Kompas.com - 10/05/2014, 10:15 WIB
Kecewa sekolah anaknya ditutup sepihak warga desa panyampa kecamatan campalagian Polewali Mnadar sulawesi barat dirikan sekolah sendiri. Warga berharap pendriajn sekoah tidak menelantarkan semnagat dna masa depan pendidikan anak-anak mereka. KOMPAS.ComKecewa sekolah anaknya ditutup sepihak warga desa panyampa kecamatan campalagian Polewali Mnadar sulawesi barat dirikan sekolah sendiri. Warga berharap pendriajn sekoah tidak menelantarkan semnagat dna masa depan pendidikan anak-anak mereka.
|
EditorCaroline Damanik

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com —
Kecewa lantaran sekolah anak-anaknya ditutup sepihak oleh pemilik yayasan yang gagal mendapat dukungan suara dari orangtua siswa pada Pemilu Legislatif 9 April lalu (Baca: Kecewa Tak Dipilih Orangtua Siswa, Caleg Gagal Pun Tutup Sekolahnya), warga di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, bergotong royong mendirikan sekolah sendiri. Meski tanpa sarana yang cukup, para orangtua membawakan kursi dan meja agar anak-anaknya bisa belajar di kolong salah satu rumah warga.

Puluhan siswa TK di Desa Panyamapa, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar, ini tampak senang dan bersemangat belajar serta bermain di kolong rumah warga, setelah lebih dari satu bulan sekolah mereka ditutup oleh pemilik yayasan.

Tak hanya belajar dan bernyanyi, mereka juga belajar mengenal dan menulis angka serta huruf dengan dibimbing langsung oleh sejumlah warga yang mau mengabdikan dirinya sebagai guru sukarela. Para relawan ini prihatin dengan kondisi para siswa yang kehilangan guru sejak sekolah tersebut ditutup.

Para orangtua siswa berharap, pendirian sekolah darurat ini bisa melanjutkan pendidikan anak-anak mereka. Hikmah, salah satu warga yang turut berembuk dalam rapat dengan orangtua siswa, menyatakan bahwa mereka bersepakat untuk mendirikan sekolah sendiri.

Sejumlah warga dan orangtua siswa yang bersimpati dengan gerakan untuk memajukan pendidikan anak-anak desa di lokasi ini bahkan telah menyumbangkan bahan bangunan, seperti batu bata, pasir, dan semen, agar sarana di kolong rumah salah satu warga tersebut bisa segera dibenahi.

“Sesuai kesepakatan orangtua dan warga, kolong rumah ini akan kita beri lantai-tembok agar tidak becek, terutama saat hujan. Akta pendirian diurus. Penggagas sekolah adalah warga. Strukturnya, Yayasan Siamasei, milik warga dan para orangtua siswa. (Struktur) ini sendiri telah disusun dan dibuatkan profilnya. Dalam waktu dekat, pengurus yayasan akan melegalkan sekolah mereka dengan cara mendaftarkannya ke notaris agar sekolah ini legal,” ujar Hikmah.

Kondisi di Yayasan Al Madjidu, tempat anak-anak ini bersekolah sebelumnya, sudah tak terurus. Fasilitas sekolah, seperti meja, bangku, dan sarana bermain, telah diboyong pemilik yayasan ke tempat lain. Ruangan kelas yang kosong dimanfaatkan warga menjadi gudang penyimpanan barang.

Pemilik yayasan, Hasnah, membantah bahwa ia menutup sekolahnya. Hasnah mengaku hanya ingin memberi pelajaran kepada warga dan orangtua siswa yang dinilai tidak memberi dukungan politik terhadap dirinya pada pemilu lalu. Akibatnya, Hasnah gagal melenggang ke gedung Dewan.

“Saya tidak tutup, tetapi memberi pelajaran kepada warga agar mereka sadar siapa yang layak didukung dan tidak didukung. Terus terang saya kecewa, tetapi insya Allah saya akan buka kembali pada awal tahun ajaran baru,” ujar Hasnah.

Dia mengaku akan membuka kembali sekolahnya pada awal tahun ajaran baru mendatang. Namun, para orangtua di desa tersebut menyatakan sudah tak ingin menyekolahkan anak-anak mereka kembali ke sekolah milik Hasnah tersebut.

Para orangtua siswa hanya berharap, pendirian sekolah darurat di kolong rumah warga ini tidak membuyarkan semangat anak-anak mereka yang sempat kecewa karena sekolah sebelumnya ditutup.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.