Emon, Si Pelaku Kekerasan Seksual di Sukabumi Bukan Paedofil? - Kompas.com

Emon, Si Pelaku Kekerasan Seksual di Sukabumi Bukan Paedofil?

Kompas.com - 09/05/2014, 11:13 WIB
via TWITTER Foto Andri Sobari alias Emon (24), pelaku tindak kekerasan seksual kepada puluhan anak di wilayah Sukabumi dan sekitarnya, beredar melalui jejaring sosial Twitter.
SUKABUMI, KOMPAS.com -- Ahli psikologi forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan, Emon tidak bisa digolongkan seorang paedofil, tetapi pelaku kejahatan seksual. Yang dilakukan lelaki bernama asli Andri Sobari ini lebih tergolong kekerasan seksual terhadap anak.

"Perilaku yang dilakukan oleh Emon kepada anak-anak melalui kekerasan seksualnya diduga karena kompensasi akibat perasaan takut, kebencian, dan kemarahan tersangka karena informasinya Emon pernah beberapa kali menjadi korban kekerasan seksual," kata Reza, di Sukabumi, Kamis (9/5/2014).

Menurut Reza, kekerasan seksual terhadap anak berbeda dengan peadofilia. Dalam kasus paedofilia adalah ketertarikan seksual seseorang dewasa terhadap anak-anak akibat beberapa faktor, antara lain, kecenderungan memiliki rasa ketertarikan yang berlebihan terhadap anak.

Namun, berbeda dengan kekerasan seksual terhadap anak, biasanya si pelaku memiliki alat kelamin tidak sempurna, tidak mempunyai kesempatan atau pilihan untuk melampiaskan secara umum hasrat seksualnya seperti terhadap pekerja seks komersial.

Maka dari itu, perilaku menyimpang yang dilakukan oleh Emon lebih pada pelampiasan terhadap anak-anak yang menjadi obyek penggantinya. Jadi bisa dikatakan, perilaku tersangka terdorong karena faktor situasi, dan yang paling kuat ada rasa balas dendam.

"Kenapa saya menyebut Emon bukan seorang paedofil karena tersangka merasa malu, jijik, dan marah yang ditandakan dengan cara Emon mengumpulkan nama-nama anak dalam bukunya sebagai rasa kemenangan dirinya yang telah berhasil mendominasi aksi balas dendamnya tersebut," tambahnya.

Reza mengatakan, kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh Emon lebih menjadi pilihan, dengan alasan anak-anak paling lemah dan mudah dieksploitasi serta dibungkam.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Ritanenny mengaku belum bisa menyimpulkan apakah Emon seorang paedofil atau bukan. Sebab, untuk menetapkan seseorang sebagai kaum paedofil, harus ditempuh penelitian yang panjang melalui proses uji psikologi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorGlori K. Wadrianto
SumberAntara

Close Ads X