Kecewa Tak Dipilih Orangtua Siswa, Caleg Gagal Pun Tutup Sekolahnya

Kompas.com - 08/05/2014, 18:51 WIB
Sekolahnya ditutup pemilik yayasan, puluhan siswa TK di Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar, ini terlantar. Mereka datang ke sekolah, namun tak ada lagi ruang kelas dan sarana bermain. Mereka hanya bermain-main di halaman rumah penduduk sebelum kembali ke rumahnya. KOMPAS.com/JunaediSekolahnya ditutup pemilik yayasan, puluhan siswa TK di Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar, ini terlantar. Mereka datang ke sekolah, namun tak ada lagi ruang kelas dan sarana bermain. Mereka hanya bermain-main di halaman rumah penduduk sebelum kembali ke rumahnya.
|
EditorCaroline Damanik

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com 
— Kecewa karena tak mendapat dukungan suara dari orangtua siswa pada pemilu legislatif lalu, seorang caleg yang juga pemilik yayasan pembina sejumlah sekolah di Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menutup paksa sekolah yang sudah dibinanya sejak belasan tahun lalu. Para siswa yang datang pun bingung lantaran sekolah mereka ditutup, sementara peralatannya diboyong pemilik yayasan ke tempat lain.

Para siswa ini kemudian hanya bermain-main di sekitar sekolah sebelum kembali ke rumah. Meski tak ada sarana bermain seperti ayunan atau perosotan, mereka tetap bersemangat bermain bersama teman-temannya di halaman rumah warga. Mereka baru pulang ke rumahnya setelah lelah bermain.

Asliah, salah satu orangtua siswa, mengaku kecewa karena anaknya ditelantarkan seperti anak ayam kehilangan induknya. Mereka datang, tetapi sekolah mereka ditutup. Tak satu pun pengelola yayasan yang datang. Selain ditutup tanpa penjelasan, sarana di sekolah juga telah dibawa pergi.

“Kasihan anak-anak. Ke sekolah, tetapi sekolahnya ditutup. Tak ada pengelola yayasan yang hadir. Saya berharap pemerintah turun tangan menyelesaikan masalah ini. Jangan menelantarkan anak-anak yang juga berhak sekolah,” ujarnya.

Asliah mengaku bingung dalam menyekolahkan anaknya lantaran tak ada TK terdekat dari rumah mereka. Untuk menyekolahkan anak di TK lain, Asliah mengaku harus menambah biaya lagi, termasuk biaya transportasi.

Syamsuddin, warga lainnya, juga menyesalkan langkah penutupan sekolah hingga membuat para siswa bingung. Selain sarana bermain yang telah diboyong, ruangan belajar di kolong rumah juga tidak lagi diisi bangku-bangku dan meja siswa serta sarana bermain lainnya. Ruangan tersebut sekarang digunakan warga sebagai gudang penampungan barang.

“Kata para orangtua siswa, pemilik yayasan kecewa dan menutup sekolahnya karena menilai orangtua siswa tak memberi dukungan pada pileg lalu,” ujar Syamsuddin, warga Campalagian lainnya.

Mengaku kecewa

Saat ditemui di rumahnya, pemilik Yayasan Al Madjidu, Hasnah, mengaku sangat kecewa karena tak banyak orangtua siswa yang mendukungnya pada saat ia maju sebagai salah satu caleg dapil Campalagian pada pemilu legislatif lalu.

Hasnah mengaku sudah memberi yang terbaik kepada warga selama belasan tahun, melalui pendidikan gratis di yayasannya, termasuk mendidik warga buta huruf di desanya. Namun, mereka dinilai tidak memberi dukungan politik apa pun terhadap dirinya sehingga gagal melenggang ke gedung Dewan.

Oleh karena itu, Hasnah untuk sementara menutup sekolahnya dengan maksud memberi pelajaran kepada warga dan para orangtua siswa. Dia berharap, penutupan sementara ini bisa membuat para orangtua siswa menghargai sosok yang layak karena memberikan jasa dan keringatnya, bukan karena imbalan materi sesaat.

“Ini bukan ditutup, tetapi pending jera untuk memberi pelajaran kepada masyarakat,” ujar Hasnah.

Dalam pileg lalu, meski jumlah penduduk di sekitar lokasi sekolahnya mencapai 400 pemilih, Hasnah hanya mendapat enam dukungan suara.

Atas tindakan Hasnah, sejumlah orangtua siswa mengaku kecewa. Mereka menilai Hasnah tidak bertanggung jawab dan menelantarkan siswanya. Sejumlah orangtua siswa pun mengatakan akan mendirikan sekolah sendiri agar masa depan pendidikan anak-anak mereka tidak terbengkalai.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.