Kompas.com - 08/05/2014, 16:38 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorCaroline Damanik

TABANAN, KOMPAS — Leony Alvionita (14), siswi kelas III SMP Negeri 1 Tabanan, Bali, gantung diri seusai pulang dari mengikuti ujian nasional, Selasa (6/5) sekitar pukul 11.00 Wita. Kepolisian Resor Tabanan menduga siswi tersebut frustrasi karena merasa gagal mengerjakan soal ujian Matematika.

”Kami menduga ia takut tidak lulus dan memutuskan gantung diri. Berdasarkan penelitian di kamar korban, ia tidak dibantu siapa pun dan mengikat tali dasi sekolahnya sendiri di lehernya untuk gantung diri,” kata Kepala Polres Tabanan Ajun Komisaris Besar Dekananto Eko Purwono, di Tabanan, Bali, Rabu.

Polisi telah mendalami beberapa keterangan teman dan bukti Blackberry Messenger korban kepada temannya. Dalam pesan itu, sebelum jam siswa tersebut gantung diri, Leony sempat mengeluh kesulitan dan frustrasi mengerjakan soal Matematika.

Leony ditemukan ibunya menggantung di kamar tidurnya di lantai dua rumah toko yang disewa keluarganya. Orangtuanya sempat membawa Leony ke rumah sakit, tetapi dia akhirnya meninggal.

Pelaksanaan UN SMP juga tercoreng kuatnya dugaan kebocoran soal. Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Haryono Umar melakukan inspeksi mendadak ke SMPN 67 Jakarta, Rabu (7/5), untuk mengecek laporan kebocoran soal oleh Indonesia Corruption Watch (ICW).

Tetap bawa ponsel

Saat ujian Bahasa Inggris, di dalam ruang kelas ditemukan banyak siswa tetap membawa telepon seluler (ponsel) sekalipun dilarang. Tim investigasi Itjen Kemdikbud memeriksa sekitar 71 ponsel siswa dan guru seusai UN. Di telepon milik siswa ditemukan jawaban sesuai tipe soal seperti laporan ICW.

Sesuai informasi yang masuk ke ICW sebelumnya, di kalangan siswa beredar jawaban UN sesuai tipe soal yang disertai kata kunci sebagai penanda tipe soal Bahasa Inggris dan Matematika.

Di Kediri, Jawa Timur, Polres Kediri Kota juga mengungkap peredaran kunci jawaban UN tingkat SMP untuk mata pelajaran Matematika. Kepala Polres Kediri Kota Ajun Komisaris Besar Budhi Herdi Susianto mengungkapkan, tiga siswa SMP tertangkap saat menggandakan kunci jawaban tersebut di salah satu tempat fotokopi di dekat sekolah yang ada di Jalan Penanggungan, Kota Kediri, Selasa.

”Ada selembar kertas berisi 20 paket isian. Ada tulisannya untuk mata pelajaran Matematika. Setiap paket ada 50 jawaban untuk soal pilihan ganda,” ujarnya, Rabu. Setelah dicek dengan bantuan guru, tingkat kecocokan ”bocoran jawaban” dengan soal sampai 80 persen. Kunci tersebut dibeli seharga Rp 250.000 dari pelajar lain.

Anggota Polres Kota Padang, Sumatera Barat, menemukan hal serupa di SMPN 15 Padang. Sejumlah siswa berniat mengambil kunci jawaban di tempat fotokopi. Konon, siswa harus membayar hingga Rp 100.000 untuk mendapatkan kunci jawaban itu. Namun, lembar kunci jawaban yang beredar di kalangan peserta ujian itu diragukan kebenarannya sehingga murid diminta tidak memercayainya.

Di Jember, Jatim, juga beredar isu bocoran jawaban soal UN di seputaran Kecamatan Kaliwates. Namun, setelah dicek, tidak ada anak yang mengantongi lembar jawaban.

Bibit korupsi

Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW Febri Hendri mengatakan, ada dugaan pembocoran terstruktur. ”Kami menyayangkan terjadinya kecurangan-kecurangan. Ini benih korupsi. Siswa yang masih muda saja sudah curang. Ini awalnya korupsi,” kata Febri.

Selain dugaan kebocoran, UN SMP juga diwarnai masalah teknis, seperti tertukarnya paket soal dan jawaban di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Akibatnya, murid menggunakan soal fotokopian. (ELN/LUK/AYS/WER/SIR/ZAK/GER)

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X