Kompas.com - 07/05/2014, 11:22 WIB
Serah terima pihak Sihatul dari Kamar Dagang Ekonomi Indonesia di Taiwan ke Pemerintah Kabupaten Banyuwangi iraa Rachmawati/Kompas.com/BanyuwangiSerah terima pihak Sihatul dari Kamar Dagang Ekonomi Indonesia di Taiwan ke Pemerintah Kabupaten Banyuwangi
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANYUWANGI, KOMPAS.com -- Dokter Heri Subiakto, SpPD, dokter spesialis penyakit dalam, Ketua Tim Dokter yang mengawasi kesehatan Sihatul Alfiyan (25—tenaga kerja wanita yang koma di Taiwan, mengungkapkan, kemungkinan besar Sihatul akan mengalami cacat permanen.

"Kondisi otot kaki dan tangannya sudah layu. Walaupun nanti dinyatakan sembuh, tapi untuk kembali normal seperti awal kemungkinan besar tidak bisa lagi," kata dia, Rabu (7/5/2014).

Namun, Heri optimistis kesehatan Sihatul akan semakin membaik. "Pengaruh psikologis akan mempengaruhi kesehatan Sihatul karena di sini ia sini dekat dengan keluarganya, seperti suami, anak, dan orangtuanya. Ini bisa mempercepat kesehatan Sihatul menjadi lebih baik," kata Heri.

Menurut Heri, satu hal yang patut dikhawatirkan adalah komplikasi seperti penggunaan alat bantu napas yang akan memengaruhi paru. "Termasuk juga kondisi pasien yang berbulan-bulan hanya berbaring, termasuk juga penggunaan alat bantu pembuangan air kecil yang dipasang pada tubuh pasien. Hal tersebut yang akan mendapat perhatian khusus," tambah Heri.

Untuk mengurangi ancaman komplikasi yang terjadi, nantinya Sihatul akan dirawat di ruang tertutup dan hanya dijaga satu orang dari keluarga. "Tidak boleh dijaga bergantian dalam waktu yang pendek. Yang masuk pun nanti harus diusahakan steril dengan cuci tangan lebih dahulu dan menggunakan pakaian khusus agar Sihatul tidak tertular penyakit apa pun dari luar untuk menghindari komplikasi akibat tertular dari luar," papar Heri.

Secara garis besar, kondisi Sihatul masih stabil dan tidak banyak mengonsumsi obat-obatan. "Saat dilihat dari respons pernapasan, besar harapan kami kondisi Sihatul akan membaik minggu depan, tapi ya tidak bisa pulih seperti sebelumnya. Kami juga tetap berharap agar pihak keluarga memberikan sugesti dan juga support agar kesehatannya membaik," kata dia.

Sementara Suhandi, suami Sihatul, mengaku bersyukur istrinya bisa pulang ke Indonesia. "Saat saya ke Taiwan, dokternya memang sudah tidak memberikan pengobatan, hanya perawatan. Jadi kalau sama-sama dirawat, ya mending dibawa pulang saja," jelasnya.

Suhandi juga berharap dokter di Indonesia kembali memeriksa penyebab istrinya koma selama berbulan-bulan di Taiwan. "Biar saya tahu apa yang menyebabkan istri saya seperti ini. Saya sih berharap istri saya kembali normal," katanya dengan suara lirih.

Suhandi juga mengaku saat di Taiwan sempat bertemu dengan majikan istrinya. "Tapi, katanya tidak ada bukti majikan melakukan penyiksaan pada istri saya sehingga tidak ada proses hukum dan majikannya masih bebas sampai sekarang," kata Suhandi.

Sihatul Alfiyah bekerja di kandang sapi dan merawat 300 sapi seorang diri. Dia dinyatakan koma sejak 22 September 2013 dan dari rekam medis ditemukan luka di bagian belakang kepala akibat benturan benda tumpul. Diduga Sihatul mengalami penyiksaan oleh majikannya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X