Kompas.com - 07/05/2014, 10:21 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengangkat Socrates Award pada acara kirab di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (30/4/2014). SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQWali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengangkat Socrates Award pada acara kirab di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (30/4/2014).
EditorGlori K. Wadrianto
SURABAYA, KOMPAS.com — Dua pekan lalu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan bangga mengirab piala internasional bertitel Socrates Award. Penghargaan itu baru saja diterimanya dari Europe Businness Assembly (EBA), lembaga yang bermarkas di Oxford, Inggris.

Kirab itu disambut meriah warga yang sedang menikmati libur, Minggu 20 April. Iring-iringan jip terbuka yang ditumpangi Risma menjadi pusat perhatian saat melintasi Jalan Raya Darmo yang pagi itu menjadi arena car free day.

Warga pun berebut mendekat, ingin melihat benda berkilau yang digenggam Risma pagi itu. Piala berwarna emas itu tergenggam di tangan kanannya. Beberapa kali Risma mengacungkan piala berbentuk sosok perempuan dengan tangan kanan mengangkat bola dan tangan kiri memegang buku. Sekilas, piala ini seperti gabungan Piala Oscar dan Patung Liberty.

Di belakang Risma, ikut serta Kabag Humas Muhammad Fikser. Pejabat kelahiran Papua itu memegang sertifikat atau piagam berpigura. Wajah Fikser tak kalah berseri-seri memegang piagam penyerta piala yang ditenteng Risma.

Kirab menjadi liputan semua media massa, baik lokal maupun nasional. Media cetak dan elektronik ramai-ramai mengabadikan momen itu.

Bagian Humas sendiri membagi siaran pers kepada wartawan dan kantor media massa. Isinya, menyatakan kebanggaan atas penghargaan Socrates Award 2014 untuk kategori "Innovative City of the Future".

"Kota Surabaya menjadi kota pertama di dunia yang mendapatkan award ini untuk kategori kota," begitu di antara tulisan di laman Humas Pemkot Surabaya.

Kategori "Innovative City of the Future" merupakan penghargaan yang diberikan atas keberhasilan membangun kota masa depan, yang berciri menonjolkan pendekatan kemanusiaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kini, setelah piala itu disimpan di ruang kerja Wali Kota, tetap saja warga membicarakannya. Sebagian warga membicarakan karena bangga atas keberhasilan Surabaya. Sebagian lagi membicarakan karena terasa ada yang janggal dengan piala itu.

Kelihatan janggal
Kejanggalan itu pertama kali diketahui dari piagam atau sertifikat yang dipegang Fikser saat kirab. Di piagam yang kini dipajang di Balaikota Surabaya itu tertulis jelas, kategori "For Personal Contribution to the Development of Europe Integration". Bukan kategori "Innovative City of the Future" sebagaimana disampaikan Risma dan rilis Humas Pemkot.

Hal itu kemudian ditelusuri dengan membuka situs EBA. Hasilnya agak mengejutkan. Nama Risma maupun Kota Surabaya tak masuk daftar penerima Socrates Award. Hanya ada enam penerima dalam daftar itu, yaitu:
Juan Ckarlos Izaggirre (Wali Kota Donostia-San Sebastian, Spanyol),
Aleksandar Bogdanovic (Wali Kota Old Royal Capital Cetinje, Montenegro), Akbulatov Edkham Shukrievich (Wali Kota Krasnoyarsk, Rusia); dan Victor Kondrashov (Wali Kota Irkutsk, Rusia).

Dua penerima lain adalah perusahaan:
Yury Sviridov, doktor ilmu teknik (dari perusahaan gabungan Prometey, Rusia) dan Anatolii Nikolaevich Asaul (Direktur Institut Ekonomi Rusia).

Nama Risma baru muncul dalam daftar penerima United Europe Award. Ini adalah penghargaan untuk figur (kepala daerah) yang berhasil menghubungkan kotanya dengan dunia Eropa.

Menanggapi tidak adanya nama Risma dalam rilis resmi EBA ini, Kabag Kerja Sama Pemkot Surabaya Ifron Hady Susanto berkilah, situs milik EBA itu tidak update.

"Saya juga kaget kok Surabaya tidak tercantum. Tetapi ternyata situs itu tidak update kok," jawabnya saat ditemui, Selasa (5/5/2014).

Ifron bersikeras menyatakan, penghargaan yang diterima Risma adalah Socrates Award. Selain situs EBA tidak update, kata Ifron, tidak adanya nama Risma dan Surabaya dalam laman tersebut karena mekanisme penentuan pemenang untuk Risma dan Surabaya berbeda dari enam nama pemenang yang diumumkan di laman EBA.

Menurutnya, enam nama pemenang yang ada di laman EBA itu didasarkan pemilihan secara online. Sementara itu, kemenangan Risma dilakukan melalui penjurian di depan para penelis dan undangan.

"Jadi ada dua. Melalui online dan melalui judge (penjurian). Tapi nanti ketemunya ya di acara debat itu," kata Ifron.

Dalam kontes itu, katanya, kontestan memaparkan pembangunan kotanya. Berdasarkan keterangan di laman EBA, ajang pemberian penghargaan diberi label Socrates Award Ceremony. Nah, pada seremoni itulah digelar panel atau semacam seminar dengan menghadirkan stakeholder EBA. Risma diundang menjadi salah satu pembicara dalam panel itu.

Klaim kalahkan Montenegro
Dalam rilis Humas Pemkot sebelumnya, Risma menyebut, perwakilan dari Cetinje yang menjadi pesaingnya. Dia mengklaim berhasil mengungguli paparan dari perwakilan kota di negara Montenegro dan berhak memenangkan award untuk kategori "Innovatif City of The Future".

"Dia (Cetinje) kami kalahkan dalam presentasi. Kami presentasinya lengkap tentang parameter kota masa depan. Di antaranya kota harus nyaman ditinggali warga, kebijakan inovatif serta mendorong masyarakat untuk maju. Mungkin belum sempurna, tetapi akan terus ditingkatkan," kata Risma dalam rilis Humas Pemkot.

Saat disinggung soal piala dan sertifikat yang mendukung klaim itu, Ifron tidak bisa menunjukkannya. Memang tidak ada keterangan dari EBA yang menunjukkan Risma atau Surabaya mendapatkan award untuk kategori itu.

Sebaliknya malah, Wali Kota Citinje-lah yang masuk dalam daftar pemenang International Socrates Award.

Penjelasan soal website tidak di-update ini pun bertabrakan dengan tampilan website EBA. Laman EBA, jelas sekali, memperlihatkan konten baru. Konten yang baru saja diunggah setelah seremoni penerimaan award berakhir.

Laman itu juga memampang foto-foto proses penerimaan penghargaan. Termasuk foto Risma saat menerima penghargaan United Europe Award.

Deretan foto memperlihatkan di antaranya ketika Risma menerima selempang merah jambu yang dipasangkan ke atas pundaknya oleh John Netting, CEO EBA. Warna mereh jambu menjadi tanda United Europe Award. Tanda lebih tegas lagi adalah pada medali yang melengkapinya. Bentuknya mirip tanda bintang kehormatan.

Medali ini dihiasi ukiran relief peta Eropa dengan lingkaran delapan bintang di tengahnya. Di pinggiran medali, tertulis The United Europe Award, nama penghargaan itu.

Ini jelas beda dengan penerima Socrates Award yang ditandai dengan selempang biru. Begitu pula dengan medali yang melengkapinya.

Foto lainnya memperlihatkan, setelah menerima pemakaian selempang, Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini menerima sertifikat the United Europe Award dan trofi.

Dua tanda penghargaan ini sama persis dengan penghargaan yang diarak keliling kota dua pekan lalu itu. Sayang upaya Surya meminta klarifikasi ke EBA belum berhasil. Daftar pertanyaan yang dikirim melalui e-mail EBA hingga Selasa (6/5/2014) kemarin belum dibalas.

***

Baca juga: Kota Surabaya Dapat Penghargaan Socrates Award 2014


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.