Tumpangsari Jadi Cara Petani Tembakau Getasan Antisipasi Hama dan Tengkulak

Kompas.com - 07/05/2014, 08:31 WIB
Para petani tembakau di kecamatan getasan, Kabupaten Semarang menerapkan pola tumpangsari guna 

meminimalkan anjloknya harga tembakau dipasaran.
kompas.com/ syahrul munirPara petani tembakau di kecamatan getasan, Kabupaten Semarang menerapkan pola tumpangsari guna meminimalkan anjloknya harga tembakau dipasaran.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
SALATIGA, KOMPAS.com - Para petani tembakau di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mengandalkan pola tanam tumpangsari guna mengantisipasi serangan hama dan meminimalkan permainan harga di tingkat tengkulak. Tumpangsari juga memberikan pemasukan bagi petani selama menunggu masa panen tembakau.

"Tanaman tembakau butuh waktu enam bulan sampai masa panen, bila bergantung pada satu tanaman saja kami tidak bisa berbuat banyak ketika harga jualnya anjlok. Itu sebabnya petani di sini banyak mengadopsi tumpangsari," kata Supar (50), salah satu petani warga Desa Batur, Kecamatan Getasan, Selasa (6/5/2014).

Menurut Supar, mereka sengaja memilih jenis sayuran yang bisa dipanen dalam waktu relatif singkat agar tidak mengganngu pertumbuhan tanaman tembakau. Di antara sayuran yang ditanam itu adalah kubis, wortel, brokoli, dan sawi. "Hasil penjualan sayuran bisa menopang biaya produksi," ujar dia.

Sukimin (47), petani dari dusun Tekelan, menambahkan ancaman bagi petani tembakau sekarang adalah curah hujan yang masih cukup tinggi di wilayah tersebut mengakibatkan tanaman utama mereka itu rawan terserang hama orong-orong.

Hama dari jenis serangga berwarna coklat ini, kata Sukimin, sifatnya merusak tanaman karena memakan bagian batang tanaman berumur muda. "Yang menjadi masalah sekarang justru orong-orong dan curah hujan yang tergolong tinggi. Petani masih mengandalkan obat yang disarankan petugas penyuluh pertanian," ujar dia.

Kepala Distanbunhut Kabupaten Semarang, Urip Triyoga, mengatakan curah hujan yang masih tinggi sekarang menjadi persoalan karena kelembaban tanah setelah hujan membuat hama berkembang biak. "Di Getasan ada Sekolah Lapangan, saya akan perintahkan petugas untuk melakukan kajian guna menentukan langkah penanganan hama," kata Urip.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.