Dianiaya Tentara, Kades Ini Mengadu ke Bupati Sambas

Kompas.com - 06/05/2014, 20:58 WIB
Ilustrasi pemukulan. Kompas.com/ EricssenIlustrasi pemukulan.
EditorFarid Assifa

SAMBAS, KOMPAS.com
- Kepala Desa Temajuk, Mulyadi bersama beberapa kepala desa lainnya di Kecamatan Paloh mengadu ke Bupati Sambas atas penganiayaan yang dilakukan oknum anggota TNI yang bertugas di perbatasan Indonesia Malaysia tepatnya di Desa Temajuk, Selasa (6/5/2014).

Ia menuturkan, penganiayaan oleh oknum anggota TNI Pos Pamtas ini terjadi di kediamannya pada Senin (5/4/2014) sekitar pukul 11.00 WIB.

"Saat itu rumah saya didatangi dua orang anggota Pamtas Temajuk, ketika saya makan siang, Maka saya perintahkan istri saya untuk menemui mereka agar menunggu sebentar, tetapi anggota tersebut tidak terima. Mendengar suara dan terdengar suara-suara kasar, maka saya menghentikan makan siang saya dan menemui dua orang anggota Pamtas tersebut," ujarnya.

Mulyadi mengaku, dua anggota TNI ini melakukan pemukulan di telinga kirinya hingga berdarah. "Dia memukul telinga kiri saya ini sampai berdarah dan masih sakit sampai saat ini," ujarnya.

Atas kejadian tersebut, keluarga di rumahnya panik dan ia sempat jatuh, baru kemudian dibantu istrinya. Mulyadi menduga kejadian diawali karena adanya permasalahan warga yang ditahan di pos perbatasan oleh aparat TNI.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X