Kompas.com - 05/05/2014, 13:06 WIB
|
EditorCaroline Damanik

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -- Suara dentuman Gunung Merapi yang terdengar sejak sepekan lalu hingga saat ini dikeluhkan oleh beberapa siswa yang tinggal di Lereng Merapi. Sebab, suara dentuman itu membuat takut sehingga mengganggu konsentrasi belajar untuk persiapan Ujian Nasional.

"Ya takut, suara dentumannya keras sekali kalau dari rumah saya. Jaraknya sekitar 4 km dari Merapi," ujar Tyas Nurrohmah, salah satu siswi SMP Negeri 2 Cangkringan kelas IX, Senin (5/5/2014).

Tyas mengaku trauma dengan kejadian erupsi tahun 2010 sehingga ketakutan setiap kali mendengar suara dentuman. Rasa takut itu akhirnya mengganggu konsentrasi belajarnya.

"Saya akhirnya mengubah jam belajar, sepulang sekolah sama saat pagi hari sebelum berangkat. Pokoknya berusaha untuk bisa mengerjakan soal dan lulus," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Cangkringan Hadi Suparmo mengatakan, pihak sekolah sudah mengumpulkan para siswa dan memberikan penjelasan tentang aktivitas Merapi jauh sebelum UN digelar.

Siswa diberi penjelasan bahwa suara dentuman tersebut berasal dari pelepasan gas. Aktivitas dentuman dinilai bagus karena mengurangi potensi terjadinya letusan yang besar.

"Sudah kita jelaskan dan mereka memahami. Hanya memang masih ada beberapa siswa yang masih ketakutan, itu wajar," tegasnya.

Selain itu, guru-guru di SMPN 2 Cangkringan Sleman selalu mengirimkan SMS kepada siswanya setiap sore. Isinya mengingatkan agar siswa belajar untuk menghadapi UN.

"Kita bentuk juga tim sukses UN yang mendampingi siswa lewat les pagi dan sore. Semoga tahun ini seperti kemarin, semua siswa lulus," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, status waspada tak memengaruhi pelaksanaan UN di SMP yang terletak 7 km dari puncak Gunung Merapi tersebut. Sebanyak 80 siswa yang terdaftar mengikuti UN hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.