Kompas.com - 05/05/2014, 13:06 WIB
Siswa di lereng Merapi ikuti ujian semester, Jumat (28/3/2014). KOMPAS.COM/ M WismabrataSiswa di lereng Merapi ikuti ujian semester, Jumat (28/3/2014).
|
EditorCaroline Damanik

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -- Suara dentuman Gunung Merapi yang terdengar sejak sepekan lalu hingga saat ini dikeluhkan oleh beberapa siswa yang tinggal di Lereng Merapi. Sebab, suara dentuman itu membuat takut sehingga mengganggu konsentrasi belajar untuk persiapan Ujian Nasional.

"Ya takut, suara dentumannya keras sekali kalau dari rumah saya. Jaraknya sekitar 4 km dari Merapi," ujar Tyas Nurrohmah, salah satu siswi SMP Negeri 2 Cangkringan kelas IX, Senin (5/5/2014).

Tyas mengaku trauma dengan kejadian erupsi tahun 2010 sehingga ketakutan setiap kali mendengar suara dentuman. Rasa takut itu akhirnya mengganggu konsentrasi belajarnya.

"Saya akhirnya mengubah jam belajar, sepulang sekolah sama saat pagi hari sebelum berangkat. Pokoknya berusaha untuk bisa mengerjakan soal dan lulus," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Cangkringan Hadi Suparmo mengatakan, pihak sekolah sudah mengumpulkan para siswa dan memberikan penjelasan tentang aktivitas Merapi jauh sebelum UN digelar.

Siswa diberi penjelasan bahwa suara dentuman tersebut berasal dari pelepasan gas. Aktivitas dentuman dinilai bagus karena mengurangi potensi terjadinya letusan yang besar.

"Sudah kita jelaskan dan mereka memahami. Hanya memang masih ada beberapa siswa yang masih ketakutan, itu wajar," tegasnya.

Selain itu, guru-guru di SMPN 2 Cangkringan Sleman selalu mengirimkan SMS kepada siswanya setiap sore. Isinya mengingatkan agar siswa belajar untuk menghadapi UN.

"Kita bentuk juga tim sukses UN yang mendampingi siswa lewat les pagi dan sore. Semoga tahun ini seperti kemarin, semua siswa lulus," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, status waspada tak memengaruhi pelaksanaan UN di SMP yang terletak 7 km dari puncak Gunung Merapi tersebut. Sebanyak 80 siswa yang terdaftar mengikuti UN hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Regional
Ramadhan dan Lebaran Usai, Wagub Uu Ajak ASN Semangat Laksanakan Tugas

Ramadhan dan Lebaran Usai, Wagub Uu Ajak ASN Semangat Laksanakan Tugas

Regional
Jadwal Masuk Sekolah Ditunda, Ridwan Kamil: Kami Apresiasi, asal Tidak Mengganggu KBM

Jadwal Masuk Sekolah Ditunda, Ridwan Kamil: Kami Apresiasi, asal Tidak Mengganggu KBM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.