Waspadai Letusan Sekunder Kelud

Kompas.com - 04/05/2014, 18:49 WIB
Beberapa wisatawan, Selasa (11/3/2014), melihat kawasan sekitar kawah Gunung Kelud dari jarak sekitar 4 kilometer di jalan utama menuju kawah di Desa Sugihwaras, Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sejak Sabtu pekan lalu, Pemerintah Kabupaten Kediri membuka obyek wisata Kelud meskipun masih dalam radius terbatas 3 kilometer dari kawah. KOMPAS/DEFRI WERDIONOBeberapa wisatawan, Selasa (11/3/2014), melihat kawasan sekitar kawah Gunung Kelud dari jarak sekitar 4 kilometer di jalan utama menuju kawah di Desa Sugihwaras, Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sejak Sabtu pekan lalu, Pemerintah Kabupaten Kediri membuka obyek wisata Kelud meskipun masih dalam radius terbatas 3 kilometer dari kawah.
|
EditorGlori K. Wadrianto

KEDIRI, KOMPAS.com - Meski aktivitas gunung api Kelud di Kediri, Jawa Timur, sudah relatif menurun, namun unsur bahaya bukan berarti menghilang sama sekali. Salah satu bahaya yang perlu diantisipasi adalah letusan sekunder.

Letusan sekunder itu terjadi akibat endapan awan panas bertemperatur tinggi bersentuhan dengan air sehingga menyebabkan terjadinya letupan.

Endapan awan panas dapat berasal dari material vulkanis yang kini berada di sekitar gunung setelah terhambur dari kawah saat erupsi 13 Februari lalu.

Letusan sekunder itu pula yang menyebabkan wilayah Ngantang di Kabupaten Malang, Sabtu (4/5/2014), dikabarkan sempat diguyur hujan abu tipis.

"Selama endapan awan panas masih ada dan terjadi hujan, maka letusan sekunder bisa terjadi," kata Kuncoro, petugas pengamat Gunung Kelud, Minggu (4/5/2014).

Status aktivitas gunung yang berada di Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar tersebut masih pada tingkat Waspada atau satu tingkat di atas Normal. Status ini berarti kawasan tiga kilometer dari kawah masih berbahaya dan tidak boleh ada aktivitas manusia.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X