Kompas.com - 02/05/2014, 11:57 WIB
Ratusan Pelajar siswa SDN 62 Kota Bengkulu, Jalan Rukun nomor 39 Sawah Lebar Baru, Kota Bengkulu, menggelar upacara Hardiknas di halaman bedengan milik warga karena sekolah mereka disegel pemilik tanah yang masih bersengketa dengan Pemkot Bengkulu kompas.com/FirmansyahRatusan Pelajar siswa SDN 62 Kota Bengkulu, Jalan Rukun nomor 39 Sawah Lebar Baru, Kota Bengkulu, menggelar upacara Hardiknas di halaman bedengan milik warga karena sekolah mereka disegel pemilik tanah yang masih bersengketa dengan Pemkot Bengkulu
|
EditorCaroline Damanik

BENGKULU, KOMPAS.com — Sebanyak 493 pelajar siswa Sekolah Dasar Negeri 62 Kota Bengkulu, Jalan Rukun Nomor 39 Sawah Lebar Baru, Kota Bengkulu, terpaksa menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di depan rumah milik warga, Jumat (2/5/2014). Hal ini terjadi lantaran gedung sekolah mereka disegel oleh ahli waris pemilik tanah yang masih bersengketa dengan Pemerintah Kota Bengkulu.

Meski halaman rumah warga sempit, para siswa dan guru tampak bersemangat mengikuti upacara peringatan Hardiknas.

“Untuk lokasi upacara kami sudah minta izin pada penghuni bedengan, karena jumlah murid ratusan tentu saja di sekitar bedengan akan ramai. Tapi syukurlah mereka bisa mengerti dan memberikan izin kepada kami untuk upacara,” ungkap Kepala SDN 62, Tutik Sunarsih, Jumat.

Dia berharap agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kota Bengkulu segera menyelesaikan persoalan sengketa lahan itu. Dengan demikian, mereka bisa melaksanakan proses belajar-mengajar dengan normal.

Penyegelan sekolah telah tiga kali terjadi karena persoalan sengketa tanah antara ahli waris dengan pemerintah kota tak kunjung menemui titik penyelesaian. Ahli waris atas nama Fisahri memagari sekolah dengan seng. Ahli waris menyatakan bahwa segel tersebut tidak akan dibuka sebelum ada kejelasan dari pemerintah mengenai ganti rugi lahan.

Kasus ini terjadi saat ahli waris tanah mengajukan penawaran ganti rugi sebesar Rp 5,6 miliar untuk lahan yang ditaksir seluas 5.638 M2 yang terdiri dari lahan sekolah dan perumahan guru itu ke Pemerintah Kota Bengkulu.

“Saya memahami kondisi ini sungguh menyedihkan dunia pendidikan. Namun telah beberapa kali saya selaku ahli waris meminta agar ganti rugi segera dilakukan tapi terkesan diulur-ulur malahan saya dilaporkan ke polisi,” ujar Fisahri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia juga menunjukkan surat dari Badan Pertanahan Nasional Kota Bengkulu dengan Nomor 122/600.2-17.71/IV/2014 perihal penjelasan Sertifikat Hak Milik (SHM).Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.