Ganjar Ingin Buruh Menjadi Raja dan Ratu Sehari Saat May Day

Kompas.com - 01/05/2014, 13:04 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kompas.com/Slamet PriyatinGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

KENDAL, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ingin pada peringatan Hari Buruh kelak, buruh akan menjadi raja dan ratu dalam sehari. Sementara itu, pengusaha merasakan sehari melakukan pekerjaan buruh.

"Saya ingin, pada peringatan Hari Buruh kelak, buruh bisa menjadi ratu dan raja, sementara pengusaha mengerjakan apa yang biasa dilakukan oleh buruh. Saya juga siap untuk menjadi tukang sapu atau cleaning service," kata Ganjar di depan ribuan buruh yang memperingati Hari Buruh di Stadion Utama Kendal, Kamis (1/5/2014).

Menurut dia, buruh dan pengusaha ibarat sepasang sandal jepit. Kalau yang satu tidak ada, sendal itu tidak bisa dikenakan. Untuk itu, antara buruh dan pengusaha harus bisa berjalan bersama supaya perusahaan bisa sehat dan menguntungkan keduanya.

Ganjar menambahkan, selain menjadi ratu dan raja, pihaknya juga ingin pada peringatan Hari Buruh kelak, ada diskon belanja sekitar 70 persen di semua swalayan. Ini dilakukan supaya buruh benar-benar menikmati hari liburnya dengan biaya murah.

"Kalau daerah yang tidak ada swalayannya, Pemkab bekerja sama dengan pengusaha untuk menggelar pasar murah," ujarnya.

Ganjar mengatakan, peringatan Hari Buruh tidak perlu dilakukan dengan demo. Sebab, demo belum tentu bisa menyelesaikan persoalan. Ganjar meminta kepada buruh kalau ada persoalan supaya diselesaikan dengan dialog sehingga bisa diselesaikan dengan kesepakatan bersama.

"Duduk bersama untuk menyelesaikan masalah sangat bermanfaat daripada turun ke jalan untuk melakukan demo," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga melakukan dialog langsung dengan para buruh. Dari dialog itu, buruh meminta kepada pemerintah agar memperhatikan kesejahteraan buruh.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayi Nadine Akhirnya Meninggal, Keluarga Berterima Kasih untuk Pembaca Kompas.com

Bayi Nadine Akhirnya Meninggal, Keluarga Berterima Kasih untuk Pembaca Kompas.com

Regional
Jelang Muktamar, Waketum PPP: Kami Berupaya Keluar dari Krisis di Pemilu 2019

Jelang Muktamar, Waketum PPP: Kami Berupaya Keluar dari Krisis di Pemilu 2019

Regional
Libur Panjang, Pengunjung 'Rest Area' Tol Trans Jateng Wajib Ikut Test Cepat

Libur Panjang, Pengunjung "Rest Area" Tol Trans Jateng Wajib Ikut Test Cepat

Regional
Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Regional
Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Regional
Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Regional
Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Regional
AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

Regional
Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Regional
Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Regional
Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Regional
Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Regional
Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X