"Byar pet" Tak Kunjung Usai, PLN Kaltim Minta Maaf

Kompas.com - 30/04/2014, 21:53 WIB
|
EditorFarid Assifa
BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Padam dan nyala secara mendadak atau "byar pet" tak kunjung usai di sistem Jaringan Listrik Mahakam, Kalimantan Timur. Hal itu terjadi di sejumlah kota utama di Kaltim, khususnya Balikpapan, Samarinda, dan Tenggarong.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui General Manager Wilayah Kalimantan Timur dan Utara, Machnizon Masri, pun sampai mengungkapkan permintaan maaf atas kejadian ini.

Permintaan maaf ini disampaikan pada 10 orang wakil dari sekelompok warga yang berunjuk rasa di kantornya di Jalan MT Haryono, Balikpapan, Rabu (30/4/2014).

"Kami minta maaf atas terjadinya pemadaman listrik. Secara pribadi, saya juga tidak senang bila terjadi padam listrik," kata Machnizon.

Unjuk rasa karena byar pet listrik semakin marak di Balikpapan. Di bulan April 2014 ini saja, sudah terjadi tiga kali unjuk rasa memprotes seringnya pemadaman listrik.

Salah satu unjuk rasa bahkan sempat diwarnai aksi blokade jalan protokol dan kericuhan. Manajemen PLN Kaltim pun menghargai seluruh aksi protes warga. Mereka tetap sabar memberi penjelasan tentang seluk beluk kelistrikan di Kaltim, serta kerumitan dan tantangannya.

Machinzon mengatakan, kelistrikan di Balikpapan tak lepas dari sistem jaringan besar listrik yang disebut Jaringan Mahakam. Tiga kota besar, Balikpapan, Samarinda, dan Tenggarong, mengandalkan pasokan listrik dari jaringan yang memiliki kemampuan supply 310 Mwatt hingga 320 Mwatt ini. Kemampuan supply ini masih jauh dari kebutuhan listrik masyarakat 340 Mwatt hingga 370 Mwatt. “Kekurangan listrik sekitar 50 Mwatt,” kata Machnizon.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selisih pasokan listrik itu menyebabkan pemadaman masih terjadi. Belum lagi bila diperparah oleh hambatan karena faktor lain, seperti perawatan rutin maupun gangguan alam dan cuaca. PLN kini memacu penyelesaian pembangunan dua pembangkit listrik untuk menutupi defisit yang ada, yakni pembangkit Peaking 2x70 Mwatt dan pembangkit Senipah 2x41Mwatt.

“Kita sempat menyalakan Peaking tadi pagi. Kita coba lagi malam ini. Kita perkirakan Peaking masuk di Mei. Senipah pada Juni,” katanya.

Machnizon berharap, warga Kaltim memahami kerumitan yang kini dihadapi PLN. Termasuk bila pembangunan pembangkit-pembangkit itu kenyataannya tak semulus rencana.

Sejumlah kendala menghadang pembangunan di sana sini, khususnya terkait konflik pembebasan lahan. Kendala-kendala itu menyebabkan pembangunan pembangkit maupun transmisi kerap molor dan pemadaman pun masih saja terjadi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.