Kompas.com - 30/04/2014, 17:45 WIB
Kepala Sekolah SMP Islam Sabilillah, Kota Malang, Ali Afandy, saat jumpa pers, Rabu (30/4/2014). KOMPAS.com/Yatimul AinunKepala Sekolah SMP Islam Sabilillah, Kota Malang, Ali Afandy, saat jumpa pers, Rabu (30/4/2014).
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS.com
-- Kepala Sekolah SMP Islam Sabilillah, Kota Malang, Ali Afandy meminta maaf kepada korban dan keluarganya atas dugaan pelecehan yang dilakukan H, guru di sekolah tersebut. Pihak sekolah siap membantu korban mencarikan sekolah lain dan mengobati rasa trauma yang kini dialami korban.

"Atas kejadian ini, kami atas nama Kasek SMP Islam Sabilillah, mohon maaf kepada keluarga korban dan masyarakat. Kejadian ini betul-betul di luar dugaan sekolah. Mohon doanya semoga kasus ini cepat selesai," kata Ali Afandy saat jumpa pers, Rabu (30/4/2014).

Ali mengatakan, sekolah tidak mungkin bisa memantau siswa dalam 24 jam. Apalagi di luar sekolah. Menurut dia, dalam kasus ini, sekolah juga menjadi korban karena V masih berstatus siswa aktif. Namun, lanjutnya, sekolah akan tetap membantu untuk memulihkan mental korban dan membantu proses hukum bisa terus berjalan.

"Sekolah akan menghormati proses hukum yang berlaku. Bagi korban, kami masih mempersilakan korban untuk belajar di sini hingga selesai," katanya.

"Tetapi, kami juga siap mencarikan sekolah baru, siap membantu memulihkan rasa trauma korban," tambahnya.

Ali mengatakan, pelaku adalah wali kelas korban. H diketahui memiliki kedekatan dengan korban yang masih berusia 13 tahun itu dalam seminggu terakhir.

"Pelaku terlihat memperlakukan berbeda dengan siswa lainnya," kata Ali.

Ali melanjutkan, sebenarnya sekolah sudah lama mengantisipasi agar korban menghentikan perlakuan khususnya kepada korban. Salah satunya adalah dengan memindahkan pelaku ke kelas lain.

"Setelah sekolah mengetahui pelaku ada perhatian khusus pada korban, sekolah langsung mengambil tindakan. Korban dipindah ke kelas lain, yang wakil kelasnya bukan pelaku. Itu antisipasi pihak sekolah," tuturnya.

Meski sudah dipindahkan, Ali mengaku kaget karena akhirnya H tepergok merayu korban untuk berhubungan intim. Padahal, baru hari Senin lalu H dipindah menjadi wali kelas lain.

Setelah pelaku ditangkap oleh polisi, Ali mengatakan, pihak sekolah langsung memecat pelaku sebagai guru.

"Pelaku sudah empat tahun lalu diberhentikan dari jabatan Kasek. Kasusnya karena kedisiplinan. Bukan kasus asusila. Setelah diketahui ada kasus kemarin, pelaku juga langsung dipecat dengan tidak hormat jadi guru di sini," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, H yang sudah berumur 43 tahun adalah guru korban. Polisi berhasil menangkap tersangka, Selasa (29/4/2014), setelah pihak orangtua korban melapor ke Polresta Malang. H dilaporkan setelah tepergok merayu korban untuk kembali bersetubuh.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.