Kompas.com - 30/04/2014, 14:48 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
SURABAYA, KOMPAS.com - Kalangan buruh mendesak pemerintah untuk segera menuntaskan proyek pengembangan Taman Pahlawan buruh Marsinah, yang berlokasi di sekitar makam Marsinah, di Desa Ngundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.

Taman tersebut setidaknya akan menjadi simbol perjuangan buruh Indonesia dalam melawan segala bentuk tekanan kekuatan kapitalisme.

Konsep pengembangan Taman Marsinah itu, kata Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Jatim, Ahmad Soim, sudah dibicarakan dengan Pemprov Jatim, dan pemerintah kabupaten/kota Nganjuk.

"Paling tidak, tahun ini harus sudah selesai," katanya, Rabu (30/4/2014).

Dalam konsep pengembangan Taman Marsinah nanti, di sekitar makam akan dibangun sejumlah fasilitas seperti rest area, areal parkir, dan taman yang layak untuk masyarakat.

"Kami sudah mengawalinya dengan membuat patung Marsinah di ujung jalan masuk menuju makam, dan lampu penerangan menuju makam," kata dia.

Lokasi Taman Marsinah menurut dia tergolong strategis, karena berada tidak jauh dari jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Madiun.

Sejauh ini, Pemprov Jatim sudah membebaskan lahan sepanjang satu kilometer, dan lebar 25 meter di sekitar makam tersebut. Lahan ini yang direncanakan dibuat untuk Taman Marsinah.

Marsinah adalah buruh PT Catur Putera Surya, Porong Sidoarjo, adalah aktivis buruh yang aktif berjuang membela hak buruh. Dia ditemukan tewas di Dusun Jegong, Kecamatan Wilangan, Nganjuk pada 9 Mei 1993.

Tewasnya Marsinah dikaitkan dengan dengan aksi yang dilakukan sebelumnya dalam menuntut perusahaan agar menaikkan gaji sesuai edaran kepala daerah waktu itu. Setelah unjuk rasa tersebut, Marsinah menghilang, dan tiba-tiba mayatnya ditemukan di Dusun Jegong, Kecamatan Wilangan, Nganjuk.

Penyelidikan hingga pengadilan memang sudah digelar, namun pembunuh sekaligus dalangnya belum terungkap hingga kini. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.