Status Gunung Slamet Naik Jadi Siaga

Kompas.com - 30/04/2014, 13:05 WIB
Lokawisata Baturaden di lereng selatan Gunung Slamet, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (21/3/2014) pagi, tampak sepi. Kunjungan wisatawan ke lokasi tersebut anjlok sejak sepekan terakhir setelah pemberitaan mengenai aktivitas gunung tersebut di media sosial sesudah statusnya dinaikkan dari aktif normal (level I) menjadi Waspada (level II). Padahal, Baturaden berjarak 6-7 kilometer dari puncak gunung, atau di luar radius steril yang ditetapkan 2 kilometer. KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSOLokawisata Baturaden di lereng selatan Gunung Slamet, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (21/3/2014) pagi, tampak sepi. Kunjungan wisatawan ke lokasi tersebut anjlok sejak sepekan terakhir setelah pemberitaan mengenai aktivitas gunung tersebut di media sosial sesudah statusnya dinaikkan dari aktif normal (level I) menjadi Waspada (level II). Padahal, Baturaden berjarak 6-7 kilometer dari puncak gunung, atau di luar radius steril yang ditetapkan 2 kilometer.
|
EditorGlori K. Wadrianto
PEMALANG, KOMPAS.com — Setelah berstatus Waspada sejak 10 Maret lalu, Gunung Slamet, yang mencakup lima kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Brebes, Tegal, Pemalang, Purbalingga, dan Banyumas, kini naik menjadi Siaga III.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Pulosari, Pemalang, Jawa Tengah.

"Rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari pukul 10.00 WIB status Gunung Slamet dari Waspada menjadi Siaga," kata Sudrajat di Pos Pengamatan Gunung Slamet, Rabu (30/4/2014).

Menurut Sudrajat, ada sejumlah parameter yang membuat status gunung tertinggi nomor dua di Pulau Jawa meningkat, di antaranya kegempaan yang meningkat, deformasi, atau kembang kempisnya gunung, serta lava pijar yang sudah keluar kawah.

"Untuk jarak aman, warga diimbau tidak melakukan aktivitas di radius empat kilometer," tambahnya.

Sudrajat juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan melarang aktivitas pendakian Gunung Slamet dari jalur mana pun.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi 'Memory Card' Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi "Memory Card" Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Regional
Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Regional
Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Regional
871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

Regional
Covid-19 di Bali, Sehari Bertambah 494 Pasien, Didominasi Klaster Keluarga, Kantor, dan Upacara Adat

Covid-19 di Bali, Sehari Bertambah 494 Pasien, Didominasi Klaster Keluarga, Kantor, dan Upacara Adat

Regional
Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Regional
Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Regional
PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2 dan 2 Warung Makan Ditutup Sementara

PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2 dan 2 Warung Makan Ditutup Sementara

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal | Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur

[POPULER NUSANTARA] Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal | Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur

Regional
PAN NTB Akan Pecat Kadernya yang Jadi Pelaku Pelecehan Anak Kandung

PAN NTB Akan Pecat Kadernya yang Jadi Pelaku Pelecehan Anak Kandung

Regional
Cerita Arina Pangku Kotak Biru Berisi Vaksin Covid-19, Naik Kapal Penumpang Selama 4 Jam Menuju Pulau Aceh

Cerita Arina Pangku Kotak Biru Berisi Vaksin Covid-19, Naik Kapal Penumpang Selama 4 Jam Menuju Pulau Aceh

Regional
Kisah Pilu Pengantin Baru yang Jadi Korban Longsor Malang, Menikah Sebulan Lalu, Tewas dan Ditemukan Pemulung

Kisah Pilu Pengantin Baru yang Jadi Korban Longsor Malang, Menikah Sebulan Lalu, Tewas dan Ditemukan Pemulung

Regional
Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya SJ 182 yang Ditemukan Anak-anak Saat Bermain di Pantai Kis Hanya Menyisakan Rambut

Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya SJ 182 yang Ditemukan Anak-anak Saat Bermain di Pantai Kis Hanya Menyisakan Rambut

Regional
Fenomena Angin Puting Beliung Berpusar di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Terjadi 15 Menit, Ini Penjelasan Ahli

Fenomena Angin Puting Beliung Berpusar di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Terjadi 15 Menit, Ini Penjelasan Ahli

Regional
Saat Istri Terkena Covid-19, Eks Anggota DPRD NTB Ini Lecehkan Anak Kandung

Saat Istri Terkena Covid-19, Eks Anggota DPRD NTB Ini Lecehkan Anak Kandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X