Dada Rosada Divonis 10 Tahun Bui - Kompas.com

Dada Rosada Divonis 10 Tahun Bui

Kompas.com - 28/04/2014, 13:26 WIB
KOMPAS.com/Rio Kuswandi Sidang perdana mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada dalam kasus bansos Pemkot Bandung dan kasus suap hakim digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE. Martadinata, Bandung, Jawa Barat, Kamis, (2/1/2014)

BANDUNG, KOMPAS.com - Mantan Wali Kota Bandung, Dada Rosada, dijatuhkan vonis 10 tahun penjara. Selain itu, Dada didenda Rp 600 juta subsider tiga bulan penjara. Vonis itu lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) sebesar 15 tahun.

"Mengadili, menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah. Terdakwa telah melakukan perbuatan pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan berlanjut. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa berupa pidana penjara selama 10 tahun dikurangi masa tahanan dan denda sebesar Rp 600 juta, subsider 3 bulan kurungan. Menetapkan terdakwa berada dalam tahanan," kata hakim Nurhakim yang memimpin sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE Martadinata, Bandung, Jawa Barat, Senin (28/4/2014).

Dada didakwa dengan Pasal 6 Ayat 1 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 64 ayat (1) junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Hakim menyatakan, Dada terbukti memberi suap kepada Hakim Setyabudi Tedjocahyono selaku penyelenggara negara.

Uang sogokan itu diberikan untuk memengaruhi putusan sidang para terdakwa bansos supaya mendapatkan vonis ringan dan tidak melibatkan Edi Siswadi yang waktu itu menjabat sebagai Sekda Kota Bandung serta Dada sendiri.

Dada dan Edi pun didakwa menyuap hakim Pengadilan Tinggi Jawa Barat, Pasti Seferina, selaku hakim banding yang menangani perkara bansos. Selain itu, Dada, Edi dan Herry telah memberikan uang suap kepada Setyabudi Tedjocahyono melalui Toto Hutagalung dan Asep Triana, mulai Juli 2012 hingga Januari 2014. Uang tersebut termasuk fasilitas hiburan, seperti karaoke dan lainnya.

Hal-hal yang memberatkan, Dada melaksanakan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut. Sebagai wali kota kala itu, dia dinilai membiarkan atau bekerjasama dengan bawahannya untuk melakukan korupsi dengan tujuan memengaruhi putusan perkara bansos dan tidak melibatkan dirinya dalam kasus tersebut.

"Dalam hal ini telah merusak citra peradilan dan serta mencederai keadilan masyarakat. Tidak ada alasan apapun untuk membebaskan terdakwa dari jerat hukuman," tegasnya.

Hal-hal yang meringankan, Dada telah mengakui perbuatannya dan mengaku menyesal. Dia juga dinilai telah menjabat sebagai wali kota Bandung selama 2 periode dan telah mendapat banyak penghargaan pada saat menjabat, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, Dada dinilai telah menunjukkan sikap bekerja sama sepanjang penanganan kasusnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorCaroline Damanik

Terkini Lainnya

Diteriaki Korban, Penjambret di Tanjung Priok Dihakimi Warga

Diteriaki Korban, Penjambret di Tanjung Priok Dihakimi Warga

Megapolitan
Cuaca Panas Ekstrem di Seluruh Australia Capai 45 Derajat Celsius

Cuaca Panas Ekstrem di Seluruh Australia Capai 45 Derajat Celsius

Internasional
14 Jenazah Korban Longsor Gowa Ditemukan, Jumlah Korban Tewas Jadi 25

14 Jenazah Korban Longsor Gowa Ditemukan, Jumlah Korban Tewas Jadi 25

Regional
Jet Tempur China Melintas Dekat Taiwan, Taipei: Tetap Tenang

Jet Tempur China Melintas Dekat Taiwan, Taipei: Tetap Tenang

Internasional
Pakar Hukum: Syarat Ikrar Setia NKRI Berlaku untuk Bebas Bersyarat Ba'asyir

Pakar Hukum: Syarat Ikrar Setia NKRI Berlaku untuk Bebas Bersyarat Ba'asyir

Nasional
Pelatihan Etiket di Turki Anjurkan Perempuan Tidak Menjilat Es Krim

Pelatihan Etiket di Turki Anjurkan Perempuan Tidak Menjilat Es Krim

Internasional
Hasil Otopsi Dinyatakan Selesai, Jenazah IA Diserahkan ke Keluarga

Hasil Otopsi Dinyatakan Selesai, Jenazah IA Diserahkan ke Keluarga

Regional
Isu Penculikan Anak SD Hebohkan Warga Ruteng Flores

Isu Penculikan Anak SD Hebohkan Warga Ruteng Flores

Regional
Di Jakarta, Nyamuk Aedes Aegypti Kerap Gigit Anak-anak Saat Sekolah

Di Jakarta, Nyamuk Aedes Aegypti Kerap Gigit Anak-anak Saat Sekolah

Megapolitan
Soal Perubahan Status Kawasan Cagar Alam, Bupati Garut Minta KLHK Tegas dalam Penegakan Hukum

Soal Perubahan Status Kawasan Cagar Alam, Bupati Garut Minta KLHK Tegas dalam Penegakan Hukum

Regional
Hari Ini, Malaysia Memilih Sultan Baru

Hari Ini, Malaysia Memilih Sultan Baru

Internasional
AS: Kami Tak Mengakui Rezim Maduro sebagai Pemerintah Sah Venezuela

AS: Kami Tak Mengakui Rezim Maduro sebagai Pemerintah Sah Venezuela

Internasional
Kapolda Sumsel: Otak Pembunuhan IA Mudah-mudahan Tertangkap Hidup

Kapolda Sumsel: Otak Pembunuhan IA Mudah-mudahan Tertangkap Hidup

Regional
Pemilik Nama Mirip Presiden dan Wapres Bisa Makan Gratis di Sini

Pemilik Nama Mirip Presiden dan Wapres Bisa Makan Gratis di Sini

Megapolitan
6 Fakta Pembunuhan IA yang Dibakar di Ogan Ilir, Pelaku Pesta Sabu Sebelum Eksekusi hingga Dipicu Masalah Utang

6 Fakta Pembunuhan IA yang Dibakar di Ogan Ilir, Pelaku Pesta Sabu Sebelum Eksekusi hingga Dipicu Masalah Utang

Regional

Close Ads X