Pada 2014, Akankah Bandara Trunojoyo Benar-benar Jadi Bandara Komersial? - Kompas.com

Pada 2014, Akankah Bandara Trunojoyo Benar-benar Jadi Bandara Komersial?

Kompas.com - 28/04/2014, 08:45 WIB
KOMPAS.com / Josephus Primus Bandar Udara Trunojoyo di Sumenep, Madura, Jawa Timur saat ini memiliki landas pacu sepanjang 905 meter dengan lebar 23 meter. Dibangun sejak 1970-an, bandara ini mengalami pasang surut perkembangan. Salah satunya, pernah menjadi bandara yang melayani penerbangan langsung jemaah haji Sumenep-Surabaya tanpa melalui perjalanan darat. Kelak, transportasi terkait pengelolaan migas di Sumenep, sedikit banyak, akan memanfaatkan bandara ini. Foto diambil pada Rabu (15/2/2012).

SUMENEP, KOMPAS.com — "Ini menambah semangat kami untuk segera mewujudkan Bandara Trunojoyo sebagai bandar udara komersial yang disinggahi pesawat berjadwal reguler," kata Bupati Sumenep A Busyro Karim. Dua tahun lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan Busyro, tepatnya pada 28 Juni 2012. Saat itu dia menandatangani nota kesepahaman dengan Direktur PT Wing Umar Sadewa, Umar Ahmad Slamet.

Nota kesepahaman tersebut adalah untuk pemanfaatan Bandara Trunojoyo Sumenep, Pulau Madura, oleh akademi penerbang milik PT Wing Umar Sadewa sebagai lokasi latih terbang pesawat bagi siswanya.

Busyro maupun Wakil Bupati Sumenep Sungkono Sidik pun pernah menyampaikan komersialisasi Bandara Trunojoyo akan terwujud pada 2013 dengan rute awal Sumenep-Surabaya (Bandara Juanda).

Apalagi pada pertengahan 2013, manajemen salah satu maskapai, yakni PT Trans Nusa Pasifik menyatakan kesiapannya melayani rute Sumenep-Surabaya. Wabup pun sudah pernah menyebutkan harga tiket untuk penerbangan Rp 204.000 per penumpang.

Namun, keinginan pemerintah daerah untuk mewujudkan komersialisasi Bandara Trunojoyo pada 2013 ternyata kandas. "Manajemen PT Trans Nusa Pasifik ternyata mematok harga tiket Rp 600 ribu per penumpang. Kami menolak panetapan harga tiket tersebut," kata Sungkono pada akhir Oktober 2013.

Saat itu, Sungkono menyatakan pemerintah daerah akan berusaha menggandeng maskapai lain, termasuk PT Wing Umar Sadewa, guna memuluskan komersialisasi Bandara Trunojoyo.

2014 terealisasi?

Angin segar kembali berembus pada awal 2014, yakni ketika manajemen PT Trigana Air melakukan penjajakan untuk menjadi operator penerbangan rute Sumenep-Surabaya.

Setelah melalui beberapa kali pembicaraan dengan pemerintah daerah dan survei di Sumenep termasuk mengecek fasilitas di Bandara Trunojoyo, manajemen PT Trigana Air menyatakan ketertarikannya.

Salah satu perkembangan terbaru yang membuat Bupati Sumenep A Buyro Karim kembali optimistis komersialisasi Bandara Trunojoyo segera terwujud adalah penandatanganan nota kesepahaman dengan manajemen PT Trigana Air pada Sabtu (26/4/2014).

"Kami mengucapkan terima kasih kepada manajemen PT Trigana Air dan semua pihak yang membantu upaya mewujudkan komersialisasi Bandara Trunojoyo. Itu (komersialisasi Bandara Trunojoyo) merupakan keinginan yang kami rintis sejak beberapa tahun lalu," kata Busyro seusai penandatanganan nota kesepahaman dengan manajemen PT Trigana Air.

Nota kesepahaman tersebut mencakup bidang pelayanan jasa angkutan penumpang, pemasaran, pengembangan angkutan udara, pengembangan fasilitas angkutan udara, dan jaminan pelayanan angkutan udara.

"Sesuai hasil pembicaraan kami dengan manajemen PT Trigana Air, penerbangan perdana rute Sumenep-Surabaya akan dilakukan pada Juli 2014. Insya Allah. Mohon doa restu warga Sumenep supaya keinginan pemerintah daerah bisa segera terwujud," ujar Busyro.

Busyro juga mengemukakan, pihaknya akan mengupayakan penerbangan komersial tersebut tanpa sistem "block seat" atau jumlah kursi yang harus ditanggung pemerintah daerah untuk setiap kali penerbangan.

"Kami butuh dukungan semua pihak termasuk pengusaha agar penerbangan komersial tersebut tidak ada block seat supaya tidak memberatkan pemerintah daerah," harapnya.

Sosialisasi

Busyro mengatakan, sejak beberapa waktu lalu, pihaknya telah berkoordinasi sekaligus berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait segera dibukanya penerbangan komersial di Bandara Trunojoyo.

"Kami sudah menyosialisasikan rencana penerbangan komersial dengan rute Sumenep-Surabaya yang akan dilakukan manajemen PT Trigana Air itu ke sejumlah pihak, termasuk kepada pengusaha. Sumenep-Surabaya hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit," ujar Bursyro.

Dalam pertemuan dengan pengusaha setempat pada akhir pekan lalu, Busyro meminta kalangan swasta untuk memanfaatkan jasa transportasi udara tersebut semaksimal mungkin. "Alhamdulillah, ada respons positif dari para pengusaha. Semoga mereka bisa memanfaatkan penerbangan komersial tersebut secara maksimal," ujar dia.

Busyro juga minta secara resmi kepada para wartawan di Sumenep untuk membantu menyosialisasikan rencana penerbangan komersial tersebut. "Warga Sumenep pasti bangga ketika penerbangan komersial di Bandara Trunojoyo benar-benar terwujud," kata dia.

Sementara itu, Direktur Komersial PT Trigana Air Daniel S Kurniawan mengatakan maskapainya akan menggunakan pesawat ATR 72 untuk melayani penerbangan rute Sumenep-Surabaya itu. "Jenis pesawat yang sangat cocok digunakan di Bandara Trunojoyo adalah ATR 42. Namun, pesawat kami yang dalam posisi siap adalah ATR 72," kata dia.

Pesawat ATR 72 mampu mengangkut penumpang hingga 70 orang dan ATR 42 pada kisaran 40-50 orang. "Meskipun menggunakan pesawat ATR 72, kami tidak akan mengangkut penumpang hingga 70 orang. Kami hanya akan mengangkut penumpang maksimal sebanyak 50 orang," imbuh Daniel.

Daniel mengatakan, panjang landasan pacu di Bandara Trunojoyo saat ini baru 1.160 meter, harus diperpanjang supaya penggunaan pesawat ATR 72 bisa maksimal. "Kalau panjang landasan pacunya minimal 1.400 meter, kami akan memaksimalkan daya angkut pesawat ATR 72, yakni mengangkut penumpang hingga 70 orang," ujarnya.

Soal harga tiket, Daniel mengaku belum dapat memastikannya. "Pada intinya kami siap melayani penerbangan komersial untuk rute Sumenep-Surabaya. Untuk harga tiketnya, kami akan memublikasikannya ketika sudah ada angka pasti. Saat ini, sosialisasi dulu rencana penerbangan komersialnya," kilah dia.

Sejak beberapa tahun lalu, Pemkab Sumenep ingin menjadikan Bandara Trunojoyo sebagai bandar udara komersial yang disinggahi pesawat berjadwal reguler. Sinergi pun terus dibangun oleh Pemkab Sumenep dan Satuan Kerja Bandara Trunojoyo yang merupakan institusi kepanjangan tangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Sejumlah program sinergi tersebut mencakup penambahan fasilitas untuk memenuhi persyaratan sesuai standardisasi bandara komersial. Program sinergi tersebut, antara lain pembebasan lahan sekitar 5,4 hektar untuk perluasan areal Bandara Trunojoyo pada 2011. Panjang landasan pacu pun ditambah dari 905 meter menjadi 1.160 meter.

Akankah tahun ini Bandara Trunojoyo benar-benar akan menjadi bandara komersial? Semoga jawaban benar-benar dapat dipastikan pada Juli 2014.


EditorPalupi Annisa Auliani
SumberAntara

Terkini Lainnya


Close Ads X