Boediono: Masyarakat Jawa Timur Dikenal "Guyub", Ini Aset Berharga

Kompas.com - 27/04/2014, 14:21 WIB
Wakil Presiden Boediono (ujung) saat mendengarkan paparan foto kronologi erupsi Gunung Kelud oleh Wakil Bupati Kediri Masykuri Iksan di gedung teater Kelud Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar, Minggu (27/4/2014). Kompas.com/M.Agus Fauzul HakimWakil Presiden Boediono (ujung) saat mendengarkan paparan foto kronologi erupsi Gunung Kelud oleh Wakil Bupati Kediri Masykuri Iksan di gedung teater Kelud Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar, Minggu (27/4/2014).
|
EditorCaroline Damanik

KEDIRI, KOMPAS.com - Wakil Presiden Boediono memuji sikap dan perilaku tangguh warga Kediri, Jawa Timur, dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Kelud beberapa waktu lalu. Menurutnya, masyarakat di kawasan bencana itu cepat bergerak dari keterpurukan dan bangkit menuju kehidupan normal kembali.

"Tadi saya menyapa masyarakat, tidak ada trauma, tanaman juga sudah mulai menghijau. Saya ucapkan terima kasih pada Ibu Bupati dan perangkatnya serta masyarakat. Masyarakat Jawa Timur dikenal guyub dan saling tolong menolong dalam kesulitan. Ini adalah aset berharga," kata Wapres Boediono di hadapan para jurnalis saat kunjungan di SDN Sugihwaras 1 Desa Ngancar, Kabupaten Kediri, Minggu (27/4/2014).

Wapres menambahkan, sepanjang kunjungannya di Kediri maupun Blitar sebagai wilayah terdampak erupsi Kelud, semangat masyarakat untuk keluar dari situasi sulit cukup bagus. Geliat perekonomian masyarakat juga sudah kembali berjalan normal meski Kelud baru meletus dua bulan lalu.

Beberapa hal yang masih menjadi kendala yang dihadapi warga Kediri, kata Wapres, adalah permasalahan air bersih dan prasarana lainnya. Hal itu, lanjutnya, sedang ditangani oleh pemerintah daerah.

"Beberapa hal yang perlu ditingkatkan seperti bidang pertanian (akan dilakukan pembenahan) sambil jalan," imbuh Boediono.

Meninjau lokasi bencana

Dalam kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Kediri ini, Boediono meninjau langsung daerah bekas terdampak erupsi Gunung Kelud di Desa Sugih Waras Kecamatan Ngancar. Boediono dan rombongan tiba di Kediri tepat pukul 11.00 Wib dan langsung menuju gedung teater Kelud yang ada gerbang utama lokasi wisata Gunung Kelud di Desa Sugihwaras.

Di gedung ini, Boediono disuguhi rangkaian foto tentang kronologi erupsi Kelud dan keadaan masyarakat baik sebelum maupun sesudah erupsi yang terpampang di dinding. Dia tampak mengangguk-angguk dan sesekali bertanya pada Wakil Bupati Kediri Masykuri Iksan yang menjelaskan foto-foto itu.

Dalam kesempatan itu, Boediono juga rencananya akan melihat audio visual erupsi Kelud namun rencana itu dibatalkan. Namun, dia akan mengunjungi SDN Sugihwaras I yang terletak sekitar 500 meter dari lokasi gedung teater. Di lokasi sekolah ini wapres melihat langsung bangunan sekolah yang rusak karena erupsi. Namun karena hari libur, wapres dan rombongan hanya ditemui oleh para guru tanpa siswa.

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian kunjungan kerja selama empat hari di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Jawa Timur, Wapres mengunjungi Kediri dan Blitar lalu kembali bertolak ke Jakarta. Kunjungan di Kediri hanya berjalan sekitar 45 menit.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Angin Kencang di Jateng Selatan 2 Hari ke Depan, Kecepatan hingga 61 Km/Jam

Waspada Angin Kencang di Jateng Selatan 2 Hari ke Depan, Kecepatan hingga 61 Km/Jam

Regional
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pajak Reklame 2 ASN Bakeuda Kota Tegal

Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pajak Reklame 2 ASN Bakeuda Kota Tegal

Regional
Dahlan Iskan Sudah Negatif Covid-19, Segera Pulang dari Rumah Sakit

Dahlan Iskan Sudah Negatif Covid-19, Segera Pulang dari Rumah Sakit

Regional
Ini Harapan Khofifah kepada Listyo Sigit Setelah Dilantik Jokowi Jadi Kapolri

Ini Harapan Khofifah kepada Listyo Sigit Setelah Dilantik Jokowi Jadi Kapolri

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Januari 2021

Regional
Koleksi Benda Antik di Museum Sulawesi Tenggara Digondol Maling, Pelaku Jebol Kunci Penyimpanan

Koleksi Benda Antik di Museum Sulawesi Tenggara Digondol Maling, Pelaku Jebol Kunci Penyimpanan

Regional
Oknum Pendamping PKH Gelapkan Dana Bansos Rp 107 Juta Selama 2 Tahun,  Korban Tak Tahu Namanya Jadi Penerima

Oknum Pendamping PKH Gelapkan Dana Bansos Rp 107 Juta Selama 2 Tahun, Korban Tak Tahu Namanya Jadi Penerima

Regional
Ketua DPRD dan Sekda Pamekasan Gagal Disuntik Vaksin, Ini Penyebabnya...

Ketua DPRD dan Sekda Pamekasan Gagal Disuntik Vaksin, Ini Penyebabnya...

Regional
Napi Lapas Merah Mata Palembang Diduga Otak Jaringan Narkoba Internasional, Pasok Ratusan Kg Sabu ke Indonesia

Napi Lapas Merah Mata Palembang Diduga Otak Jaringan Narkoba Internasional, Pasok Ratusan Kg Sabu ke Indonesia

Regional
Vaksinasi Covid-19 Pejabat Majalengka Dilakukan Secara Terbuka pada 3 Februari

Vaksinasi Covid-19 Pejabat Majalengka Dilakukan Secara Terbuka pada 3 Februari

Regional
Kisruh Pilkada Bandar Lampung Selesai, MA Anulir Keputusan KPU yang Batalkan Paslon Pemenang

Kisruh Pilkada Bandar Lampung Selesai, MA Anulir Keputusan KPU yang Batalkan Paslon Pemenang

Regional
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, 150 Warga Turgo Sleman Mengungsi

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, 150 Warga Turgo Sleman Mengungsi

Regional
Pelanggar Protokol Kesehatan di Cianjur Didominasi Milenial, Abai Pakai Masker

Pelanggar Protokol Kesehatan di Cianjur Didominasi Milenial, Abai Pakai Masker

Regional
Ingin Tanam Kelapa, Warga Aceh Utara Malah Temukan Bom

Ingin Tanam Kelapa, Warga Aceh Utara Malah Temukan Bom

Regional
Dua dari Sepuluh Pekerja yang Terjebak di Lubang Galian Tambang di Kalsel Ditemukan Meninggal

Dua dari Sepuluh Pekerja yang Terjebak di Lubang Galian Tambang di Kalsel Ditemukan Meninggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X