Hidup di Indonesia, RMS Minta Rekonsiliasi dengan NKRI - Kompas.com

Hidup di Indonesia, RMS Minta Rekonsiliasi dengan NKRI

Kompas.com - 25/04/2014, 16:23 WIB
KOMPAS.com/ RAHMAN PATTY Aparat Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease saat menggiring sejumlah pendukung RMS ke mobil tahanan untuk dibawa ke Polda Maluku. para pendukung RMS berjumlah 10 ditangkap polisi saat hendak berkonvoi dan merayakan HUT RMS di kawasan Rehoboth Wainitu Ambon, Jumat (25/4/2014) pagi tadi

AMBON, KOMPAS.com - Kepala Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Bintang Juliana mengungkapkan, simpatisan Republik Maluku Seatan (RMS) menginginkan adanya rekonsiliasi antara RMS dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal ini diketahui setelah polisi menyita dua buah spanduk berisi permintaan rekonsiliasi antara RMS dan NKRI dari tangan simatisan RMS yang ditangkap di Ambon, Jumat (25/4/2014).

"Jadi ada dua spanduk yang ikut diamankan, satu berbahasa inggris satunya lagi berbahasa Indonesia. Isinya itu seruan rekonsiliasi RMS-NKRI,” kata Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Bintang Juliana kepada wartawan, Jumat (25/4/2014).

Dia menjelaskan, permintaan rekonsiliasi oleh simpatisan RMS melalui dua buah spanduk yang disita itu tidak dapat dimunginkan untuk dituruti karena para simpatisan RMS yang ditahan selama ini hidup di wilayah NKRI.

“Intinya begini, isi spaduk itu meminta rekonsiliasi antara NKRI dan RMS, tapi itu kan tidak mungkin, para pelaku ini kan jelas-jelas hidup di NKRI, jadi bagaimana mungkin itu terjadi," ungkap Bintang.

Selain mengamankan 10 simpatisan RMS dan dua spanduk berisi permintaan rekonsiliasi, dari tangan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa 7 helai bendera RMS, 2 helai bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan 1 helai bendera Israel.



Close Ads X