Kompas.com - 22/04/2014, 19:15 WIB
ILUSTRASI SHUTTERSTOCKILUSTRASI
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com – Moch Syukron Fahmi alias Jony Rambo (35), terdakwa kasus penjualan satwa langka yang dilindungi di Kota Semarang, dituntut pidana penjara empat bulan. Rambo dinilai telah terbukti menjual satwa jenis Owa Jawa Primata atau Hylobates Moloch pada bulan Maret 2014 lalu.

Rambo adalah warga Kelurahan Pakintelan, RT 01/04, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Selain pidana badan, Rambo juga dibebani membayar denda sebesar Rp 2 juta atau setara dengan tiga bulan kurungan.

“Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan dengan sengaja menyimpan, memiliki, memelihara, dan memperniagakan satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang, yang tidak dilengkapi dengan dokumen asal-usul dan perizinan satwa yang dilindungi," kata Jaksa Penunutut Umum pada Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Nur Azizah di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (22/4/2014).

Nur Azizah yakin bahwa Rambo terbukti melanggar ketentuan yang termuat dalam pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf a UU Nomor 8 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Satwa Owa Jawa, sebagaimana dimaksud jaksa, adalah satwa yang dilindungi sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999.

Rambo sendiri ditangkap pada bulan Maret 2014 saat melakukan transaksi jual-beli Owa Jawa oleh tim Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah. Saat itu, terdakwa melakukan transaksi jual beli di Jalan Jalan Perintis Kemerdekaan.

Petugas menemukan barang bukti berupa Owa Jawa yang masih berusai tiga bulan. Dalam pemeriksan, Rambo mengaku membeli Owa Jawa dari seseorang bernama Deden asal Tasikmalaya.

Dia mengenal Deden pada tahun 2012, saat coba memasang iklan internet untuk membeli seekor elang. Setelah beriklan, Deden mengirim pesan singkat ke nomor Jony.

Dari proses inilah, terdakwa kemudian bekerja sampingan menjual hewan. Dalam aksinya, terdakwa memasarkan hewan melalui internet, termasuk satwa Owa Jawa.

Ketika ada pihak yang bersedia memesan hewan, dia menghubungi Deden. Jaksa sendiri menduga Rambo sudah menjual satwa langka tanpa izin itu sejak tahun 2012. Khusus untuk satwa Owa Jawa ditaksir di kisaran Rp 4 juta.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.