Kompas.com - 22/04/2014, 15:09 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
MALANG, KOMPAS.com - Proses pencarian dua korban tewas akibat tertimbun longsor di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (22/4/2014), untuk sementara dihentikan, karena hujan deras dan rawan longsor susulan.

Pencarian akan dilanjutkan pada Rabu (23/4/2014) besok. "Besok kita lanjut lagi. Semua personel tim SAR dan warga diminta untuk kembali ke pos 1 penjagaan," kata Kepala Polsek Wajak AKP Sardikan, di lokasi longsor, Selasa (22/4/2014).

Jarak lokasi longsor yang diduga menelan dua korban petani ini sejauh 26 kilometer arah tenggara dari Kota Malang. Sementara jarak lokasi dari rumah warga, di Desa Bambang, kurang lebih enam kilometer, dan harus tempuh dengan jalan kaki. 

"Medannya menuju lokasi sangat sulit. Khawatir longsor. Cukup berbahaya bagi keselamatan tim SAR dan warga yang membantu pencarian korban. Kita tak mau mengambil risiko," tegas Sardikan.

Sejak Selasa pagi, puluhan warga mendatangi lokasi walau jaraknya cukup jauh. "Bagi warga disini sudah biasa jalan kaki," katanya. Tapi, anggota Tim SAR kesulitan untuk membawa alat seperti mesin pemotong kayu. "Karena lokasinya berada di lereng Gunung Semeru," ungkap Sardikan.

Camat Wajak, Bagus Sulistiawan menerangkan, langkah awal sudah dilakukan untuk mengenali kondisi medan. "Kita sudah memotong pohon di lokasi, walau tak lama karena hujan deras. Besok kita akan coba menyingkirkan reruntuhan longsor," katanya.

Panjang tebing longsor mencapai 60 meter, lebarnya 20 meter, ketinggiannya mencapai 20 meter. "Makanya kita minta bantuan BPBD dan PMI," ujarnya ditemui di lokasi longsor.

Adapun, jumlah warga di Desa Bambang, yang ikut membantu pencarian mencapai 200 warga. "Relawan sebanyak 100 orang. Kita sudah komunikasi ke pihak keluarga kedua korban. Pihak Mupika dan Pemkab Malang akan berusaha mencari krdua korban," katanya.

Ditanya apakah ada santunan untuk kedua keluarga korban, Bagus mengaku sudah mengajukan usulan bantuan ke Pemkab Malang. "Bantuan sudah kita ajukan. Belum ada jawaban," katanya.

Diberitakan sebelumnya, longsor terjadi pada Senin (21/4/2014), tepatnya pukul 15.30 WIB di kawasan hutan Perhutani Bambang Selatan, Dusun Pandanrejo, Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Dua orang yang diduga meninggal dunia adalah Yajid (35), warga Dusun Krajan RT 24 RW 08 Desa Bambang Kecamatan Wajak Kabupaten Malang, dan Prayudi (28), warga dusun Pandanrejo RT 34 RW 11 Desa Bambang Kecamatan Wajak Kabupaten Malang.

Kronologi kejadian, pada hari Minggu (20/4/2014), pukul 09.00 WIB, korban berangkat ke hutan mencari rumput untuk pakan ternaknya. Hingga Senin (21/4/2014) pagi, kedua korban belum kembali ke rumah, hingga diketahui mereka diduga tertimbun longsor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.