Mantan Anggota DPRD di Riau Jadi Pengendali Sabu dari Malaysia

Kompas.com - 22/04/2014, 14:35 WIB
Pelaku kasus narkoba yang ditangkap pihak Bea dan Cukai serta Badan Narkotika Nasional. Selasa (22/4/2014). Kompas.com/Robertus BelarminusPelaku kasus narkoba yang ditangkap pihak Bea dan Cukai serta Badan Narkotika Nasional. Selasa (22/4/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Petugas Bea dan Cukai Kepulauan Riau bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap pengendali jaringan narkoba jenis sabu berinisial Her (44). Pelaku merupakan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tembilahan, Riau.

Her ditangkap atas keterlibatan sebagai pengendali penyelundupan barang haram tersebut dari Malaysia. Direkrut Penindakan dan Penyidikan Dirjen Bea dan Cukai, Muhammad Sigit, mengungkapkan, penangkapan Her berawal dari laporan intelijen akan adanya dua kurir narkoba berinisial SP (32) dan DY (32) yang hendak masuk ke Indonesia dari Malaysia melalui Tanjung Balai Karimun menggunakan kapal ferry.

"Kemudian kita lakukan pengejaran ke Pelabuhan Tanjung Balai Karimun. Di sana, mereka menyembunyikan barang bukti di dalam tas jinjing," kata Sigit dalam jumpa pers, Selasa (22/4/2014) siang.

Saat tiba, dua kurir narkoba itu kemudian bertemu dan melakukan transaksi dengan tersangka Her, yang merupakan pemesan barang haram tersebut. Saat transaksi berlangsung, ketiganya lalu ditangkap oleh petugas di tempat tersebut. Petugas menyita 100 gram sabu dan dua butir ekstasi.

"Nilai estimasi narkoba Rp 150 juta," kata Sigit.

Her adalah anggota DPRD di Tembilahan, Riau, pada periode 2004-2009. Her juga pernah berurusan dengan pihak berwajib pada 2012 karena kedapatan mengonsumsi sabu. Dia kini ditangkap sebagai pengendali dalam kasus tersebut.

"Awalnya dia (Her) pengguna. Kemudian sekarang menjadi pengendali," ujar Sigit.

Sigit mengatakan, pengembangan kasus masih dilakukan untuk memburu adanya pelaku. "Kita masih lakukan pengembangan dengan mencari jaringan sindikat lainnya," ujar dia.

Pihak Bea dan Cukai akan menyerahkan ketiganya kepada BNN guna proses selanjutnya. Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tetang Narkotika. Mereka terancam pidana hukuman 15 tahun penjara.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.