Kasus Hacker Remaja Asal Sangatta Akan Diselesaikan Kekeluargaan

Kompas.com - 21/04/2014, 06:32 WIB
EditorTri Wahono

SANGATTA, KOMPAS.com - Pertemuan antara Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur dengan pihak perusahaan yang diretas oleh seorang pelajar asal Kutim dan keluarga pelaku di Mapolda Jawa Timur akan digelar Senin (21/4/2014).

Agenda pertemuan adalah penyelesaian kekeluargaan kasus dugaan pembobolan deposit pulsa (virtual account) milik mitra PT Citos Connection, oleh terduga "hacker" berinisial AD (16) dari Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

Kepala Dinas Pendidikan Kutim, Iman Hidayat, Minggu (20/4/2014) malam, mengatakan rencananya Senin pagi pihaknya akan berangkat dari Balikpapan untuk menghadiri pertemuan tersebut. Kakak AD, berinisial MA, akan berangkat bersama tim Disdik.

Sebelum pertemuan di Polda Jatim, para pihak akan menggelar pertemuan di Bandara Juanda, Surabaya.

"Rencananya ada hal teknis yang dibicarakan kembali dan beberapa draft kesepakatan yang ditandatangani," katanya.

Iman pun berharap, pertemuan tersebut membuahkan hasil sesuai dengan yang disepakati kedua pihak di Yogyakarta, yaitu perdamaian dan pencabutan laporan.

Terdapat beberapa butir putusan yang dihasilkan dalam pertemuan di Yogyakarta tersebut. Pertama, pihak perusahaan tidak keberatan untuk diadakan perdamaian dan penyelesaian secara kekeluargaan untuk kebaikan bersama.

Kedua, Disdik Kutim bersedia untuk menanggung penggantian kerugian perusahaan dalam konteks penyelesaian kekeluargaan tadi. Ketiga, pertemuan lanjutan antarpara pihak akan dilaksanakan di Mapolda Jawa Timur.

"Saat pertemuan di Yogyakarta disepakati pencabutan laporan pengaduan secara resmi akan dilakukan di Polda Jatim. Kami berharap semuanya lancar. Kami tentu menginginkan yang terbaik untuk anak didik kami," kata Iman.

AD diduga membobol rekening deposit (virtual account) milik mitra beberapa perusahaan besar yang berkedudukan di Jawa Timur dan Yogyakarta, via aktivitas di internet alias menjadi hacker.

Pertemuan para pihak di Mapolda Katim dijadwalkan dilaksanakan 21 April mengingat 23 April proses penahanan kewenangan polisi sudah habis. Sehingga masih ada waktu untuk pencabutan laporan polisi oleh pelapor.

Terkait nilai kerugian yang harus diganti, belakangan ada penambahan nilai. "Awalnya memang Rp 15 juta. Setelah direkap ulang termasuk dari para mitra, ternyata naik menjadi sekitar Rp 17 juta. Insya Allah kami tetap dengan komitmen kami," kata Iman.

Adapun pihak perusahaan beralasan melakukan langkah hukum untuk mengungkap siapa peretas yang sebenarnya. Sekaligus melakukan langkah antisipasi terhadap peristiwa serupa di kemudian hari.

Pihak legal perusahaan menjelaskan, bahwa pelapor, yaitu Rusdi, merupakan pihak ketiga yang melayani jasa pengamanan sistem informasi mereka. "Jadi legal mereka memang baru tahu kalau pelaku masih anak-anak. Dan mereka siap berkomunikasi lebih lanjut dengan kita," kata Iman.

"Ketika mereka paham kondisinya, mereka menyatakan membuka diri. Mereka pun kaget dengan respon Disdik terhadap kasus ini. Bagi mereka penggantian kerugian material bukan yang terpenting. Namun terungkapnya kasus ini," katanya.

Saat polisi menampilkan AD pada media, disebutkan bahwa tersangka dijerat Pasal 30 ayat (3) jo Pasal 36 ayat (3) UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Ancaman pidananya paling lama 8 tahun dan denda maksimal Rp 800 juta.

Pada sisi lain, kepala sekolah, tempat AD menuntut ilmu, menegaskan pihaknya akan tetap menerima AD kembali setelah proses hukum yang dijalaninya selesai.

"Kami melihat sisi positif dari kasus ini. Kami pun tidak yakin bahwa AD melakukan tindakan itu untuk motif kriminalitas. Bisa saja dia melakukannya untuk uji kemampuan alias uji ilmu atau sekedar iseng-iseng," katanya.

Pihaknya pun berkomitmen untuk menerima kembali AD dan memberikan bimbingan dan dukungan yang diperlukan agar AD lebih berkembang. "Anak seperti AD punya potensi besar untuk dikembangkan. Sehingga bisa bermanfaat luas," katanya.

Dalam upaya. penguatan sisi positif dalam masalah ini, sekolah akan memberikan perhatian ekstra dan bimbingan khusus. Sehingga minat dan bakatnya berkembang maksimal.

"Hal ini juga menjadi koreksi untuk dunia industri agar lebih meningkatkan standar keamanan digitalnya," katanya. (Kholis Chered)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X