Kompas.com - 20/04/2014, 16:25 WIB
Tiga anggota komplota pencuri spesiais villa di Bandungan ditunjukkan dalam gelar perkara di 

Mapolsek Bandungan, Minggu (20/4/2014) siang.

kompas.com/ syahrul munirTiga anggota komplota pencuri spesiais villa di Bandungan ditunjukkan dalam gelar perkara di Mapolsek Bandungan, Minggu (20/4/2014) siang.
|
EditorFarid Assifa

UNGARAN, KOMPAS.com - Sebuah komplotan diduga pencuri spesialis vila dibekuk anggota Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Bandungan, Jawa Tengah. Tiga pelaku ditangkap secara bergiliran, yakni Suminanto (40), Muh Sayuti (30), dan Nur Kozin (18), ketiganya warga Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan. Sementara itu dalang pencurian, yakni Tukino hingga saat ini masih buron.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti dari ketiga pelaku tersebut senilai Rp 80 juta berupa 30 lembar papan kayu, 5 batang kayu balok, 30 batang besi, 1 set meja kursi makan, 1 meja rias, dipan, spring bed, dan lemari.

Selain barang curian, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Jupiter MX H 2503 GY yang digunakan untuk aksi kejahatan.

Kapolsek Bandungan, Iptu Ahmad Sugeng mengatakan, pihaknya sudah lama memburu komplotan ini. Aksi terakhir yang dilakukan mereka diduga di vila di Dusun Golak, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan. Vila tersebut milik Indra Bastian, warga Sleman, Yogyakarta.

Kasus pencurian tersebut diketahui 2 Januari 2014. Ketika itu, Indra yang datang ke vila miliknya terkejut mendapati bahan-bahan bangunan hilang.

“Korban melakukan renovasi vila mulai Juni 2013, kemudian bulan November berhenti dan seluruh bahan bangunan dimasukan. Selanjutnya pintu gerbang vila dirantai dan digembok.

"Ternyata saat korban kembali mendatangi lokasi pada Januari lalu, barang-barang bahan bangunan senilai Rp 80 juta sudah raib dicuri,” ungkap Kapolsek, Minggu (20/4/2014).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya, kasus pencurian itu dilaporkan korban ke Polsek Bandungan. Dari laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan. Pelaku diduga penjaga vila dan berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka mengarah pada Tukino.

Namun saat disergap, ternyata Tukino sudah kabur lebih dulu. Polisi kemudian memburu kawanan lainnya karena pencurian dengan jumlah besar tersebut dilakukan lebih dari satu orang.

Sejumlah saksi mengatakan, ada salah satu pelaku pencurian yang dikenali sebagai seorang tukang ojek.

“Akhirnya kita amankan tukang ojek bernama Suminanto. Dia mengaku diajak Tukino untuk mengangkut barang-barang itu bersama dua temannya, Sayuti dan Kozin yang bekerja sebagai tukang parkir dan penjual lekker,” kata Kapolsek.

Di hadapan petugas, Suminanto dan kedua temannya mengaku tidak tahu kalau barang tersebut adalah hasil curian. Sebab Suminanto mengira barang-barang itu milik Tukino atas pemberian pemilik vila tempatnya bekerja, sehingga dia menyanggupi ketika dimintai tolong untuk mengangkut barang-barang tersebut di sebuah rumah kosong.

Suminanto juga mengaku menyerahkan diri setelah mengetahui dirinya diburu polisi. “Yang mencuri Tukino. Saya hanya diminta tolong mengangkut barang-barang itu di sebuah rumah kosong. Saya sangupi karena kebetulan belum dapat penumpang ojek. Karena jumlahnya banyak saya ajak Kozin dan Sayuti,” kata Suminanto.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.