Kompas.com - 18/04/2014, 16:07 WIB
Orangutan di Camp Leakey Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, Selasa (26/11/2013). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAOrangutan di Camp Leakey Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, Selasa (26/11/2013).
|
EditorFarid Assifa

SAMARINDA, KOMPAS.com – Perusahaan Berau Sawit Sejahtera (BSS) membantah tudingan relawan Centre for Orangutan Protection (COP), yang mengatakan, aktivitas perkebunan sawit milik PT BSS mengancam habitat 750 ekor orangutan di Hutan Lindung Wehea.

Bantahan itu disampikan Petrus Tedjasukmana, pejabat Humas PT BSS. Menurut Petrus, semua tuduhan yang disampaikan COP dalam aksi kampanye di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) itu tidak benar. Sebab, kata dia, PT BSS merupakan perusahaan yang berkomitmen penuh dengan peraturan dan undang-undang, terutama soal menjaga kelestarian satwa liar yang berada dekat dengan area perkebunan sawit PT BSS.

“Semua tuduhan COP itu tidak benar. Saya pastikan, perusahaan dan lahan sawit kami tidak mengancam habitat 750 orangutan di sana,” tandasnya, Jumat (18/4/2014).

Dijelaskan Petrus, selama ini, PT BSS telah melaksanakan pembangunan dan operasional perkebunan kelapa sawit sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, PT BSS telah menetapkan areal konservasi di wilayah kerjanya seluas 1.495 hektar.

PT BSS juga melalui PT GSJ yang masih satu grup telah melakukan kerja sama dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kaltim tentang penyelamatan orangutan Kalimantan di areal kerja.

“Jadi semua yang dituduhkan COP itu tidak benar. Kami memberi 1.495 hektar lahan konservasi untuk satwa liar, termasuk orangutan. Kami bahkan telah membentuk satgas penyelamatan orangutan di arel kerja. Lantas dari mana kami disebut sebagai pengancam habitat orangutan?” sebutnya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, tim satgas penyelamatan orangutan telah secara rutin melakukan monitoring terhadap penyelamatan orangutan yang dilakukan perusahaan. Terakhir tim dari BKSDA melakukan monitoring dan evaluasi di perkebunan sawit PT BSS pada tanggal 26 Februari 2014 sampai 1 Maret 2014.

“Kami bantah semua laporan COP. Sejatinya PT BSS telah melakukan kewajiban sebagai salah satu perusahaan di Berau. Bahkan kami secara resmi menjawab tuduhan COP, kami tidak melakukan apa yang dilaporkan. Kami telah melakukan koordinasi dengan BKSDA Provinsi Kaltim untuk menentukan langkah-langkah lebih lanjut dalam upaya penyelamatan orangutan,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X