Kompas.com - 17/04/2014, 16:20 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorCaroline Damanik

SUKA MAKMUE, KOMPAS.com
- Dua remaja Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Jauhari (17) dan Syarifuddin (15) tewas dalam perjalanan ke puskesmas setelah disambar petir saat kawasan itu dilanda hujan lebat disertai guntur, Rabu (16/4/2014) sekitar pukul 18.00 WIB. Keduanya diyakini sedang berkomunikasi menggunakan telepon selular saat disambar halilintar.

Kedua korban berstatus siswa SMA berasal dari desa yang sama, Gampong Blang Masjid, Kecamatan Beutong, Nagan Raya. Kedua sahabat itu ditemukan dalam kondisi kritis dan badan menghitam disambar petir pada sebuah gubuk persawahan di kawasan itu. Tak jauh dari mereka ditemukan dua unit ponsel yang terlepas dari tangan kedua korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi, sebelum meninggal disambar petir, kedua korban baru saja membantu orang tuanya masing-masing menggarap sawah. Mereka istirahat dan berteduh ke gubuk di tengah sawah karena tiba-tiba turun hujan lebat disertai petir.

Saksi-saksi meyakini keduanya menggenggam ponsel sambil berkomunikasi dengan lawan bicaranya masing-masing pada saat bersamaan petir menyambar kawasan itu. Diduga, petir langsung menyambar karena di genggaman mereka masing-masing ada logam berbentuk ponsel yang sedang online.

Kedua jasad siswa itu tergeletak di lantai gubuk dalam kondisi badan menghitam. Warga yang melihat korban kedua rubuh bersamaan langsung berusaha memberikan pertolongan. Keduanya dilarikan secepatnya ke Puskesmas Beutong di Ulee Jalan dengan harapan nyawanya bisa tertolong.

Namun, Jauhari dan Syarifuddin mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju puskesmas. Saat diperiksa petugas medis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Beutong, keduanya ternyata sudah tak lagi bernyawa.

Hingga tadi malam jasad keduanya masih disemayamkan di kediaman orang tuanya masing-masing dan hingga pukul 19.30 WIB tadi malam belum dimakamkan. Kapolsek Beutong, Ipda Banta Amat, tadi malam, mengakui adanya insiden tersebut.

"Korban meninggal diduga kuat akibat disambar petir saat hujan lebat terjadi. Saat kejadian mereka berada di gubuk tengah sawah dan masing-masing punya ponsel," katanya.

Banta juga mengingatkan untuk hati-hati menggunakan ponsel pada saat hujan disertai petir. Menurutnya, ponsel merupakan alat pengantar listrik, termasuk petir sebagai listrik alam. Banta juga mengakui bahwa kejadian itu membuat masyarakat sekitar geger.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.