Kompas.com - 16/04/2014, 22:25 WIB
Ribuan demonstran sempat tutup jalan di km 39 jalur Balikpapan-samarinda. Aksi tutup jalan yang cuma berlangsung sebentar sehingga tidak sempat membuat kemacetan yang mengular. KOMPAS.com/Dani JRibuan demonstran sempat tutup jalan di km 39 jalur Balikpapan-samarinda. Aksi tutup jalan yang cuma berlangsung sebentar sehingga tidak sempat membuat kemacetan yang mengular.
|
EditorFarid Assifa

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Poros Balikpapan-Samarinda di Kalimantan Timur sempat macet oleh aksi unjuk rasa 500 orang yang mengklaim wakili lima kecamatan di pesisir Kutai Kartanegara.

Mereka berunjuk rasa mendukung terbentuknya daerah otonomi baru (DOB) Kabupaten Kutai Pesisir. Unjuk rasa sempat dilakukan dengan menutup jalan penghubung kota Balikpapan-Samarinda di Kilometer 39 Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Rabu (16/4/2014) siang.

Penutupan memang tidak berlangsung lama sehingga kemacetan tidak sempat mengular di salah satu poros tersibuk di Kaltim ini.

"Jangan lagi daerah kami dimarjinalkan. Dulu katanya pembangunan untuk kawasan dalam dulu. Sekian lama, kapan pembangunan ke pesisir," kata Heri Fahlevi dari Presidium Pembentukan Kutai Pesisir.

Heri mengungkapkan, niat warga membentuk DOB di kawasan pesisir Kukar ini bergulir sejak tahun 2000. Pasang surut upaya warga mewujudkannya, diawali dengan wacana Kutai Pantai. Saat itu wacana pemekaran didukung warga tiga kecamatan di pesisir Kukar.

Wilayah pesisir ini berada di tengah tiga kota besar, Samarinda, Balikpapan, dan Tenggarong sebagai ibu kota Kutai Kartanegara. Di situ, selain kecamatan Samboja, ada Anggana, Sanga-sanga, Muara Jawa, dan Loa Janan. Kelima kecamatan ini berlimpah migas dan mineral batubara.

Kegelisahan warga di tengah tiga kota besar karena merasa pembangunan di kawasannya tertinggal dari daerah lain. "Seharusnya daerah penghasil diperhatikan. Apa yang kami dapat. Kami seperti termarjinalkan," kata Heri saat ditemui di tengah berunjuk rasa.

Berlanjut di 2003, muncul gerakan warga mendukung Kutai Selatan. Kemudian di 2006 ada gerakan mengusung wacana Kutai Pesisir. Warga dari lima kecamatan, Samboja, Anggana, Sanga-sanga, Loa Janan, dan Muara Jawa diklaim mendukung gerakan ini.

Hingga kini, semangat mereka untuk membentuk DOB masih berkobar. Upaya tersebut sampai melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Pulau Jawa, demi mengkaji kelayakan pembentukan DOB tersebut.

Upaya pemekaran pernah bergulir baik di DPRD dan Pemkab Kukar, DPRD Kaltim, bahkan hingga ke DPR RI maupun Kemendagri. "Kita akan terus melakukan demonstrasi terus dan lebih besar bila tidak ditanggapi. Itu janji kami," ancam Heri.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.