Jatah Makan untuk Pengungsi Syiah Diganti Uang

Kompas.com - 15/04/2014, 20:05 WIB
Anak-anak pengungsi Syiah Sampang dihibur dengan nyanyian dan permainan oleh Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Sabtu (1/06/2013). KOMPAS.com/ TaufiqurrahmanAnak-anak pengungsi Syiah Sampang dihibur dengan nyanyian dan permainan oleh Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Sabtu (1/06/2013).
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan, ratusan pengungsi Syiah di Rumah Susun Jemundo, Sidoarjo meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengubah jatah makan mereka setiap hari menjadi uang tunai. Hal itu agar pengungsi bisa masak makanan sesuai selera mereka.

"Mereka sendiri yang meminta, agar dirupakan uang tunai, mungkin mereka bosan dengan menu yang kami berikan selama ini, jadi mereka ingin memasak dengan menu yang cocok bagi mereka sendiri," kata Soekarwo, Selasa (15/4/2014).

Berdasarkan perhitungan, setiap pengungsi memperoleh Rp 720.000 per bulan. Jumlah itu dikucurkan untuk 200 pengungsi. Jadi setiap bulan, dana yang dikucurkan untuk pengungsi Syiah di Jemundo sekitar Rp 166 juta.

"Jatah makan berupa uang tunai ini, lanjutnya, terus akan diberikan sampai mereka bisa mandiri atau kembali ke desa masing masing sesuai rencana semula," jelasnya.

Soekarwo membantah tudingan dari sebuah lembaga yang menyebut Pemprov Jawa Timur telah menelantarkan para pengungsi Syiah.

"Tudingan itu tidak beralasan, karena kami setiap bulannya tetap memberi jatah makan mereka," tegas Soekarwo.

Pihaknya bersama pihak terkait seperti Kementerian Agama, Pemkab Sampang dan kalangan tokoh agama di Sampang juga berupaya mencari solusi permasalahan bagi warga Syiah agar secepatnya mereka bisa kembali ke kampung halaman, karena tidak mungkin mereka selamanya di pengungsian.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Regional
Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Regional
Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Regional
Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Regional
Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Regional
Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Regional
2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Regional
'Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah...'

"Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah..."

Regional
Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Regional
Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

Regional
Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Regional
Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Regional
Dilindungi Ibu, Bayi 40 Hari Itu Tewas di Tangan Ayah

Dilindungi Ibu, Bayi 40 Hari Itu Tewas di Tangan Ayah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X