Kompas.com - 08/04/2014, 16:29 WIB
Mantan Kepala Pengadilan Negeri Batang Jawa Tengah, Pragsono usai dituntut pidana penjara 11 tahun. Dia mengatakan tidak apa-apa dituntut hukuman tinggi Kompas.com/Nazar NurdinMantan Kepala Pengadilan Negeri Batang Jawa Tengah, Pragsono usai dituntut pidana penjara 11 tahun. Dia mengatakan tidak apa-apa dituntut hukuman tinggi
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com - Mantan Ketua Pengadilan Negeri Batang Jawa Tengah, Pragsono divonis bersalah terkait suap kepengurusan atau peringanan perkara korupsi. Dia dihukum pidana penjara lima tahun, dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan.

"Menyatakan terdakwa Pragsono telah terbukti secara sah melakukan korupsi secara bersama-sama," kata ketua Majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Mariyana membacakan putusan, Selasa (8/4/2014).

Hukuman tersebut lebih rendah 6 tahun dari tuntutan jaksa KPK yang menuntut pidana 11 tahun dan denda Rp 200 juta subsider empat bulan. Pragsono terbukti telah ikut serta dalam suap pengurusan perkara korupsi untuk terpidana mantan ketua DPRD Grobogan, M Yaeni.

Pada pertimbangannya, hakim Mariyana mengaggap perbuatannya telah merusak visi dan misi Mahkamah Agung (MA). Namun, kepribadian Pragsono yang sopan, dan bertugas bertahun-tahun tidak mempunyai pelanggaran kode etik hakim sebagai pertimbangan peringanan.

Selain hal tersebut, terdakwa masih mempunyai tanggungan satu istri dan tiga orang anak, sederhana, dikenal pribadi sederhana dan baik.

Tolak eksepsi

Hakim menolak seluruh keberatan terdakwa Pragsono dan penasihat hukum. Majelis berkesimpulan bahwa pria kelahiran Purworejo, Jateng itu memenuhi segala unsur sebagaimana dalam pasal 12 Huruf C UU Nomor 31 Tahun 1999 seperti yang diubah dan diganti menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mariyana menilai, alasan hukum yang disampaikan sengaja dibuat-buat untuk menghindari dakwaan. Asumsinya, jika menolak, terdakwa justru bertemu dengan Heru Kisbandono pada tanggal 10 Agustus 2012.

"Terdakwa juga diketahui menjalin komunikasi dengan Heru. Bahwa tidak benar terdakwa Pragsono menolak membantu Heru sejak awal terkait putusan M Yaeni," timpal hakim Mariyana.

Selain itu, keberatan atas tidak memerintahkan Kartini Marpaung meminta suap, dianggap tak berdasar. Hakim berpendapat, jika tak menginginkan pertemuan atau penyerahan uang Rp 100 juta, maka seharusnya Pragsono tegas menolaknya melalui pesan singakt (SMS).

"Terdakwa juga sudah sejak awal mengetahui maksud dan kepentingan Heru Kisbandono. Uang Rp 100 juta jelas untuk suap kepengurusan perkara," simpulnya.

Atas putusan ini, baik Pragsono maupun jaksa KPK masih enggan menentukan sikap. Keduanya memilih untuk berpikir-pikir atas putusan yang dibacakan.

Untuk diketahui, baik Pragsono, Asmadinata dan Kartini Juliana Mandalena Marpaung adalah majelis hakim yang menyidangkan perkara M Yaeni. Pada kasus suap perkara jilid 1, Pengadilan pada tingkat kasasi tetap memberi hukuman 10 tahun pada Kartini Marpaung. Sementara Heru Kusbandono dibebani hukuman 8 tahun penjara dan Sri Dartutik dihukum penjara selama 5 tahun.

Pada perkara jilid II, pengadilan memvonis Pragsono 5 tahun penjara. Sementara Asmadinata masih menjalani proses sidang, dan dituntut 11 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.