Kompas.com - 05/04/2014, 00:46 WIB
Kereta Api Malabar jurusan Bandung-Malang anjlok di Kampung Terung, RT 5, RW 9, Desa Mekarsari, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (4/4/2014) malam. Kereta anjlok setelah menabrak reruntuhan longsor yang menutupi lintasan kereta. IRWAN NUGRAHAKereta Api Malabar jurusan Bandung-Malang anjlok di Kampung Terung, RT 5, RW 9, Desa Mekarsari, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (4/4/2014) malam. Kereta anjlok setelah menabrak reruntuhan longsor yang menutupi lintasan kereta.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Penanganan kecelakaan KA Malabar rute Bandung-Malang yang anjlok di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (4/4/2014), dihentikan sementara pada pukul 23.30 WIB. Dipastikan, korban tewas di lokasi kecelakaan berjumlah tiga orang.

"Dihentikan sementara karena tidak ada tambahan peralatan untuk mengangkat (bangkai) kereta," kata Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Noffan Widyayoko, di lokasi kecelakaan, Jumat menjelang tengah malam. Kereta ini anjlok di Desa Mekarsari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya.

"Sampai saat ini, dipastikan tiga orang meninggal," imbuh Noffan. Adapun dua orang yang sebelumnya terjepit di salah satu gerbong penumpang dan lokomotif dipastikan selamat. Keduanya adalah masinis kereta yang anjlok.

Kedua masinis terlihat tak mengalami luka parah. Mereka masih bisa berjalan, meskipun pincang, setelah dibantu dari kondisi terjepit gerbong.

Pengangkatan gerbong kereta yang anjlok, termasuk dua gerbong penumpang dan satu lokomotif yang masih berada di jurang di bawah rel, tidak bisa dilakukan hingga Jumat tengah malam. "Lokomotif yang didatangkan dari Bandung tak bisa apa-apa karena posisi kereta yang anjlok," imbuh Noffan.

Para korban selamat telah dibawa ke Stasiun Cirahayu, berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi kecelakaan. Sementara itu, korban meninggal dan terluka dibawa ke RSUD Kota Tasikmalaya.

Sebelumnya diberitakan, selain tiga korban tewas, setidaknya dua orang mengalami luka parah. Salah satu korban luka parah adalah perempuan yang mengalami patah kaki, dan berlumuran darah di bagian kanan badannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lokasi kecelakaan menyulitkan upaya penyelamatan atas kecelakaan ini. Butuh waktu satu jam untuk berkendara dari Kota Tasikmalaya untuk sampai daerah Gentong, yang kemudian berlanjut satu jam lagi perjalanan di jalanan licin dan buruk di perbukitan, untuk sampai di tempat yang terdekat dari lokasi kecelakaan.

Jarak terdekat tersebut adalah dua kilometer dari lokasi kecelakaan. Dari lokasi tersebut, para petugas penyelamat harus berjalan kaki di atas rel untuk sampai ke lokasi anjloknya kereta. Korban-korban yang selamat pun harus berjalan kaki menuju Stasiun Cirahayu.

KA Malabar anjlok pada Jumat malam. Diduga, kereta anjlok karena tanah ambles sepanjang 25-30 kilometer di bawah rel.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.