Panglima TNI Minta Maaf Anak Buahnya Terlibat Penyerangan Posko Caleg Nasdem

Kompas.com - 04/04/2014, 14:29 WIB
Panglima TNI Jenderal Moeldoko saat memberikan sambutan dalam kegiatan serah terima 24 unit panser di Markas Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian,Sentul, Jawa Barat, Jumat (14/03/2014). KOMPAS.com/ RAMDHAN TRIYADI BEMPAHPanglima TNI Jenderal Moeldoko saat memberikan sambutan dalam kegiatan serah terima 24 unit panser di Markas Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian,Sentul, Jawa Barat, Jumat (14/03/2014).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
– Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko meminta maaf atas perbuatan salah seorang anak buahnya yang diduga terlibat dalam kasus penyerangan posko pemenangan caleg Partai Nasdem di Aceh beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, pihaknya akan menindak tegas setiap anggota yang diduga terlibat dalam kasus hukum.

“Jujur, saya akui, saya memohon maaf atas perbuatan Praka Heri,” kata Moeldoko saat acara Coffe Morning Bersama Panglima TNI dan Media di Mabes TNI, Cilangkap, Jumat (4/4/2014).

Praka Heri merupakan anggota Batalyon 111/Raider Kodam Iskandar Muda Aceh. Ia diduga meminjamkan senjata api laras panjang organik jenis SS-2 V1 miliknya kepada salah seorang pelaku bernama Rasyidin alias Mario. Diduga, Heri meminjamkan senjata itu dalam kondisi di bawah pengaruh obat-obatan.

Moeldoko mengatakan, pihaknya menaruh curiga terhadap Heri, setelah mendengar kabar adanya keterlibatan oknum TNI dalam penyerangan tersebut.

“Saya sudah curiga, pasti teman dugem, teman ngobat. Ternyata benar setelah didalami,” ujarnya.

Ia menyesalkan tindakan yang dilakukan anak buahnya itu. Sebagai seorang prajurit, seharusnya anggota dapat memikirkan efek jangka panjang atas setiap perbuatan yang dilakukan.

“Si praka ini memang sontoloyo. Tidak memikirkan dampak yang diperoleh atas perbuatannya. Sekarang (Heri) sedang diproses,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Sutarman mengatakan, Polda Aceh menangkap AU dan RI yang diduga sebagai pelaku penembakan terhadap posko pemenangan caleg Nasdem di Aceh Utara. Menurut pengakuan keterangan pelaku, senjata yang digunakan disewa dari seorang oknum anggota TNI.

Sutarman menambahkan, penyerangan tersebut bermotif politik. AU dan RI diduga berasal dari salah satu parpol peserta Pemilu 2014. "Motifnya politik, ada bendera partai tertentu. Kemudian ada sesuatu, bendera itu akhirnya diturunkan. Sehingga di situlah terjadi penyerangan," kata Sutarman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Fetish Kain Jarik Dituntut 8 Tahun Penjara, Denda Rp 50 Juta

Pelaku Fetish Kain Jarik Dituntut 8 Tahun Penjara, Denda Rp 50 Juta

Regional
Diterkam Buaya dan Diseret ke Perairan, Jasad Dandi Ditemukan di Hutan Bakau 4 Hari Kemudian

Diterkam Buaya dan Diseret ke Perairan, Jasad Dandi Ditemukan di Hutan Bakau 4 Hari Kemudian

Regional
Usai Hujan Abu Gunung Merapi, Warga di Boyolali Kesulitan Cari Pakan Ternak

Usai Hujan Abu Gunung Merapi, Warga di Boyolali Kesulitan Cari Pakan Ternak

Regional
Seorang Pria Menyerang Polisi dengan Katana di Aceh Utara

Seorang Pria Menyerang Polisi dengan Katana di Aceh Utara

Regional
Ganjar Pakai Baju Adat Riau Saat Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Ganjar Pakai Baju Adat Riau Saat Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Regional
Pengakuan Dewangga Beli 1.000 Butir Pil Koplo dari Uang Bansos Prakerja

Pengakuan Dewangga Beli 1.000 Butir Pil Koplo dari Uang Bansos Prakerja

Regional
Dicopot dari Jabatan Ketua Harian DPD I Golkar, James Arthur: Partai Belum Minta Klarifikasi Saya

Dicopot dari Jabatan Ketua Harian DPD I Golkar, James Arthur: Partai Belum Minta Klarifikasi Saya

Regional
ABG Dicabuli Kenalan Facebook, Modus Pelaku Janji Menikahi, Korban Diancam

ABG Dicabuli Kenalan Facebook, Modus Pelaku Janji Menikahi, Korban Diancam

Regional
6.560 Dosis Vaksin Dikirim ke Kabupaten Batanghari dan Tanjab Timur

6.560 Dosis Vaksin Dikirim ke Kabupaten Batanghari dan Tanjab Timur

Regional
Bocah 14 Tahun Pembunuh Pegawai Bank Divonis 7 Tahun 6 Bulan

Bocah 14 Tahun Pembunuh Pegawai Bank Divonis 7 Tahun 6 Bulan

Regional
Vaksin Covid-19 Tiba di Indramayu, Lucky Hakim Siap Jadi Influencer

Vaksin Covid-19 Tiba di Indramayu, Lucky Hakim Siap Jadi Influencer

Regional
Vaksinasi Dimulai, Kota Malang Kekurangan 14.800 Dosis

Vaksinasi Dimulai, Kota Malang Kekurangan 14.800 Dosis

Regional
Sri Sultan Targetkan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Selesai Akhir Februari 2021

Sri Sultan Targetkan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Selesai Akhir Februari 2021

Regional
Usai Curi Uang Rp 16 Juta, Pegawai Bakar Minimarket demi Hilangkan Jejak

Usai Curi Uang Rp 16 Juta, Pegawai Bakar Minimarket demi Hilangkan Jejak

Regional
Belum Gajian Hampir Sebulan, ASN Jember: Kami Cuma Berharap-harap....

Belum Gajian Hampir Sebulan, ASN Jember: Kami Cuma Berharap-harap....

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X