Kompas.com - 04/04/2014, 08:55 WIB
Ruang kelas VI SMK Mekanika Bogor ambruk, Kamis pagi (03/04/2014). Dalam peristiwa tersebut, tak memakan korban jiwa, namun kegiatan proses belajar mengajar menjadi terganggu. (K97-14) KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHRuang kelas VI SMK Mekanika Bogor ambruk, Kamis pagi (03/04/2014). Dalam peristiwa tersebut, tak memakan korban jiwa, namun kegiatan proses belajar mengajar menjadi terganggu. (K97-14)
|
EditorGlori K. Wadrianto
BOGOR, KOMPAS.com – Bangunan atap ruang kelas VI SMK Mekanika Bogor di Jalan Kolonel Enjo, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Bogor, ambruk.

Kondisi kuda-kuda penopang ruang kelas yang sudah tua dan dimakan rayap menjadi penyebab ambruknya bangunan ini. Beruntung, saat kejadian tersebut, tak ada satu pun murid berada di dalam ruang kelas.

Kepala Sekolah SMK Mekanika, Bintoro Sejati menjelaskan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.

“Saat kejadian, untungnya ruang kelas sedang kosong sehingga tak ada korban jiwa,” ujar Bintoro, Kamis (3/4/2014) kemarin.

Dia menambahkan, kuda-kuda penyangga atap ruang kelas sudah dimakan rayap, akibatnya menyebabkan keropos dan lapuk.

“Memang ruang kelas itu sudah lama belum direnovasi lagi, terakhir diperbaiki tahun 2002 lalu,” ungkapnya.

Bintoro pun mengaku, kejadian ambruknya atap ruang kelas di sekolahnya sudah dua kali terjadi. “Kejadian yang pertama, terjadi sekitar tiga tahun yang lalu, namun ruangan di sebelahnya,” papar Bintoro.

Menurut Bintoro, pihak sekolah akan memperbaiki ruang kelas secara bertahap, karena anggaran dari Dinas Pendidikan Kota Bogor belum cair. “Untuk sementara, kami akan menggunakan dana dari sekolah dulu, sambil menunggu bantuan dari Dinas Pendidikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Danramil Tanah Sareal, Kapten Inf. Lalu Saefullah, yang sempat meninjau lokasi kejadian mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan terhadap peristiwa ini.

Lalu mengimbau kepada pihak sekolah utuk mengantisipasi ruang-ruang kelas yang lain. "Saya mengimbau kepada pihak sekolah untuk melakukan pengecekan kondisi ruang kelas yang lain, agar tak terjadi peristiwa yang sama, apalagi bisa menimbulkan korban jiwa," kata dia.

Selain itu, Danramil juga memerintahkan Babinsa untuk mengecek kondisi sekolah yang berada di wilayah Tanah sareal, agar kejadian serupa tidak terulang.

Akibat peristiwa ini, total kerugian yang dialami SMK Mekanika mencapai lebih dari Rp 50 juta. Bintoro pun berharap, Dinas Pendidikan Kota Bogor dapat memberikan bantuan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.