Terbukti Korupsi, Mantan Rektor Unsoed Langsung Ajukan Banding

Kompas.com - 03/04/2014, 21:34 WIB
Mantan Rektor Unsoed, Prof Edi Yuwono (kiri) berbincang dengan salah satu kuasa hukumnya. Kompas.com/ Nazar NurdinMantan Rektor Unsoed, Prof Edi Yuwono (kiri) berbincang dengan salah satu kuasa hukumnya.
|
EditorTri Wahono

SEMARANG, KOMPAS.com - Mantan Rektor Universitas Negeri Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, Prof Edi Yuwono, Ph.D. dihukum bersalah terkait kasus korupsi menyalahgunakan dana corporate social responsibility (CSR) PT Aneka Tambang (Antam) Persero senilai Rp 2,1 miliar.

Dia dihukum pidana dua tahun dan enam bulan plus denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan. Hukuman serupa berlaku untuk dua mantan anak buah Prof Edi, yakni mantan Pembantu Rektor IV Unsoed, Budi Rustomo, dan Kepala UPT Percetakan Winarto Hadi.

"Menyatakan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Erintuah Damanik, Kamis (4/3/2014) malam.

Para terdakwa terbukti bersalah menyalahgunakan wewenang sebagaimana dalam pasal 3 UU Korupsi.

Selain itu, para terdakwa juga dibebani biaya pengganti kerugian negara sebagaimana pasal 18 dan perbuatan bersama-sama dan berlanjut, pasal Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP. Sementara biaya pengganti yang harus ditanggung para terdakwa satu Prof Edi sebesar Rp 133.702.100, terdakwa 2 Budi Rustomo Rp 81.300.000, dan terdakwa tiga Winarto Hadi Rp 135.212.000.

"Jika tidak membayar dalam tempo satu bulan setelah memiliki kekuatan hukum tetap, semua harta bendanya akan dilelang. Jika terpidana tidak cukup uang untuk membayar, masing-masing akan dipidana satu tahun penjara," tambah hakim.

Hakim sependapat dengan jaksa bahwa para terdakwa bersama-sama menyelewengkan dana CSR dengan memalsukan penerima bantuan.

Sedianya, bantuan ditujukan untuk pemberdayaan masyakat melalui pengembangan perikanan, peternakan, dan pertanian terpadu di bekas tambang pasir besi di Pantai Ketawang, Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo.

Bantuan CSR dikelola oleh Tim 9 atau yang biasa dikenal dengan Walisongo. Tim itu berada di bawah penanggung jawab Edi Yuwono. Sementara itu, Budi Rustomo merupakan koordinator proyek, dan Winarto Hadi membantu mengurus percetakan.

Total bantuan CSR adalah Rp 5,8 miliar. Namun, diduga telah terjadi penyelewengan dana senilai Rp 2,154 miliar dari beberapa program CSR yang tidak terealisasi. Salah satunya adalah pembangunan pos kamling, pembuatan kandang sapi, pembuatan kamar mandi umum.

Selain itu, pelaksanaan program CSR tidak sesuai kerangka acuan kerja (KAK). Tak hanya pelaksanaan program, Unsoed diketahui tidak menggunakan dana CSR sesuai ketentuan acuan.  Sebagian dana CSR juga tak memiliki peruntukan yang jelas. Di antaranya, dana digunakan untuk membeli mobil operasional dengan atas nama pribadi, menyewa rumah yang tak sesuai peruntukan, dan jumlah honor yang tak wajar untuk petugas.

Atas putusan ini, para terdakwa langsung menyatakan sikap untuk menolak putusan dan menyatakan banding. Sementara jaksa menempuh upaya pikir-pikir.

Terpisah, Penasehat Hukum Prof Edi, Sugeng Riyadi menilai putusan hakim tidak mempunyai dasar yang kuat. Pihaknya menegaskan bahwa perbuatan yang dilakukan kliennya itu bukan persoalan pidana, namun perdata.

"Kami banding. Jelas, bahwa ini persoalan perdata. Selain itu, masa tenaga profesor dihargai dengan tenaga tukang batu, kan beda," ujarnya, usai sidang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

Regional
Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Regional
Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Regional
Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Regional
Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Regional
Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Regional
Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Regional
Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Regional
Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Regional
Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Regional
Pohon Tumbang Timpa Mobil Berpenumpang Lima Orang di Madiun

Pohon Tumbang Timpa Mobil Berpenumpang Lima Orang di Madiun

Regional
Prajurit TNI di Perbatasan Amankan Kantong Plastik Isi 4 Bundel Amplop, Diduga untuk Serangan Fajar

Prajurit TNI di Perbatasan Amankan Kantong Plastik Isi 4 Bundel Amplop, Diduga untuk Serangan Fajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X