Kompas.com - 03/04/2014, 08:58 WIB
Ratusan balon berbentuk burung merpati dilepaskan sebagai bagian sebuah upacara mengenang korban tsunami di SMP Yuriage, Natori, prefektur Miyagi, Jepang.  


KAZUHIRO NOGI / AFPRatusan balon berbentuk burung merpati dilepaskan sebagai bagian sebuah upacara mengenang korban tsunami di SMP Yuriage, Natori, prefektur Miyagi, Jepang.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BANYUWANGI,KOMPAS.com - Siti Hasanah menikmati sepiring mie instan yang dimakan bersama Sholeh, suaminya. Sesekali Siti Hasanah memperbaiki kain gendongan yang menutupi tubuh anaknya yang masih berusia 2 tahun.

Perempuan ini mengaku baru sempat makan, Kamis (3/4/2014) dini hari itu, setelah diserang panik sejak sore. Peringatan waspada tsunami memicu kepanikan tersebut. Rumahnya di Dusun Pancer, Desa Sumber Agung, Banyuwangi, Jawa Timur, hanya berjarak 100 meter dari bibir pantai. Satu lagi, ada trauma tsunami pada 1994.

Peringatan tsunami pada Rabu (2/4/2014) petang datang dari otoritas resmi, Badan Nasional Pengendalian Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pemicu peringatan itu adalah gempa berkekuatan 8,8 skala Richter di Cile, yang terjadi Selasa (1/4/2014) malam waktu setempat atau Rabu pagi WIB.

Berdasarkan peringatan tsunami itu, gelombang tinggi yang khas dari pola gempa tertentu tersebut diperkirakan tiba di Indonesia sekitar 20-an jam dari kejadian gempa. Bagi 4.000-an warga Pancer seperti Hasanah, tak ada pikiran selain sesegera mungkin mengungsi.

Jumat Pon 20 tahun lalu

Kepanikan warga Pancer, bisa jadi lebih banyak dipicu trauma peristiwa hampir 20 tahun lalu. Pada 2 Juni 1994, kampung mereka mereka diterjang tsunami. "Saat itu saya belum menikah. Kejadiannya dini hari. Tiba-tiba saja ombaknya tinggi sekali," kenang Hasanah.

Tubuh Hasanah sempat terseret gelombang tersebut. "Saya bisa pegangan bekas pohon kelapa," ujar dia dengan mata menerawang. Hari itu, Jumat dengan pasaran pon menurut penanggalan Jawa, 239 warga dusun Pancer tewas sebagai korban tsunami.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tadi saya sempat ngobrol sama tetangga, katanya Jumat (4/4/2014) ini Jumat pon. Persis 20 tahunnya tsunami di sini. Jumat pon keramat," tutur Hasanah dengan suara lirih dan bergetar. Dia mengaku trauma itu belum hilang melihat ganasnya gelombang menelan dusunnya, meski sudah nyaris 20 tahun lalu.

Hasanah pun bertutur, dia sempat mencari kerang di pantai pada Rabu sore. Dia mengaku terkejut air laut saat itu terlihat surut lebih jauh ke tengah. "Saya langsung takut setengah mati karena tanda-tandanya sama kayak 1994," ujar dia. Ditambah, ada informasi dari kerabat yang mengatakan memang bakal ada tsunami pada Kamis pagi.

Maka, tak pakai pikir panjang atau menimbang apa pun lagi, Hasanah mengungsi ke balai desa bersama keluarganya. Tak perlu pula untuk tahu lokasi negara bernama Cile dan paparan bagaimana kampungnya bisa terancam tsunami lagi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.