Kompas.com - 02/04/2014, 14:10 WIB
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Kapolda Sulselbar), Inspektur Jendral (Irjen) Polisi Burhanuddin Andi. KOMPAS.com/Hendra CiptoKepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Kapolda Sulselbar), Inspektur Jendral (Irjen) Polisi Burhanuddin Andi.
|
EditorGlori K. Wadrianto
MAKASSAR, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Kapolda Sulselbar), Inspektur Jenderal Burhanuddin Andi marah mengetahui penyidiknya di Polrestabes Makassar melepaskan pelaku tindak kriminal terkait bahan bakar minyak (BBM).

Bahkan, tak hanya sekali, pelaku kembali dilepaskan saat ditangkap untuk kedua kalinya. 

"Kok bisa dilepas? Mana Propam, periksa itu kasus dan pejabat yang menangani. Tidak bener ini. Kalau kasus dilepasnya penyelundup BBM itu saya tidak tahu. Dir Reskrimsus jelaskan itu kasus, kenapa dilepas?" tegas Burhanuddin menjawab pertanyaan wartawan, Rabu (2/4/2014).

Direskrimsus Polda Sulselbar, Komisaris Besar Pietrus Waine mengakui jika Reskrims Polrestabes Makassar melepas tiga tersangka, dengan alasan penangguhan penahanan. Dia juga mengakui, mobil Isuzu Panther perak bernomor polisi DD 1040 AV dan 12 ton solar sitaan dititipkan.

"Kasusnya tetap lanjut, biar pun tersangka dilepas. Kalau mobil, memang dipinjam pakaikan. Sedangkan kalau 12 ton solar dititipkan ataukah bisa juga dilelang. Nanti hasil lelang, bisa diajukan nanti dalam persidangan. Kalau penangkapan kedua lalu dilepas Satuan Intelkam Polrestabes Makassar, saya tidak tahu," kilahnya.

Sementara itu, Dir Intelkam Polda Sulselbar, Kombes Baharuddin Djafar kaget mendengar bawahannya di Satuan Intelkam Polrestabes Makassar ikut melepas pelaku kriminal BBM tersebut. "Waduh, parah ini. Apalagi ada Polwan yang ikut bebaskan," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Satreskrim Polrestabes Makassar melepas tiga pelaku kejahatan BBM bersubsidi jenis solar pada pertengahan bulan Februari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam penangkapan yang dilakukan tim Resmob Polda Sulselbar, Senin (13/3/2014) lalu, polisi menyita 12 ton solar dan sebuah mobil Panther perak bernomor polisi DD 1040 AV. Mobil itu dikatahui digunakan untuk mengumpulkan solar dari SPBU ke SPBU.

Pada Kamis (27/3/2014) malam, mobil tersebut kembali ditangkap oleh Satuan Intelkam Polrestabes Makassar, saat mengumpulkan BBM di SPBU Daeng Tata, Makassar.

Hanya berselang beberapa jam, Jumat (28/3/2014) dinihari mobil tersebut kembali dilepaskan dengan alasan tidak cukup bukti. Padahal, polisi menemukan bukti berupa tangki di atas mobil tersebut yang hendak diisi solar, dan uang tunai Rp 8 juta.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.