Kompas.com - 01/04/2014, 22:47 WIB
Petani di Desa Keongan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memanen sorgum, Senin (24/9/2012). KOMPAS/ADI SUCIPTOPetani di Desa Keongan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memanen sorgum, Senin (24/9/2012).
BETUN, KOMPAS.com - Sejumlah warga di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluh lantaran janji pemerintah setempat dan pengusaha untuk membeli hasil sorgum yang ditanam warga tidak ditepati.

Karena tidak jadi dibeli, hasil panenan sorgum terpaksa diberikan pada ternak sebagai pakan, dan sebagian lagi dibuang.

“Kami seperti ditipu oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian dan petugas PPL. Awalnya mereka menjanjikan kepada masyarakat dengan imbalan uang dan tawaran lain yang menggiurkan. Namun ternyata realisasi di lapangan tidak ada,” kata Ketua Kelompok Tani Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Agustinus Manek, Selasa (1/4/2014).

Menurut Manek, masyarakat juga menjadi bingung karena sorgum yang dipanen ternyata tidak ada yang beli.

“Padahal waktu sosialisasi mereka janjikan mau beli dari buah, batang sampai akarnya. Ternyata sampai sekarang tidak ada. Di kabupaten Malaka ini, sekitar 60 persen masyarakat yang tanam sorgum. Ada masyarakat yang menanam di lahannya seluas setengah hektar dan ada pula yang satu hektar, dengan harapan akan mendapat keuntungan banyak,” ungkap Manek.

Manek mengatakan masyarakat mulai disuruh tanam sorgum pada tahun 2013 lalu yakni bulan Oktober dan Desember. ”Kami dikasih bibit oleh dinas pertanian dan waktu itu mereka juga buatkan sumur bor untuk dapatkan air karena musim panas. Ketika pertama tanam sorgum mereka (Dinas Pertanian Malaka) menghitung satu pohonnya, masyarakat akan dikasih uang Rp 20.000,” kata Manek.

Karena tergiur, masyarakat akhirnya hanya fokus menanam sorgum. Sementara itu tanaman pokok masyarakat lainnya seperti jagung dan ubi, tidak ditanam.

“Harapannya kalau bisa ya dilihat bagaimana jalan keluarnya karena masyarakat sementara kelaparan. Rencananya kita akan adukan hal ini ke DPRD dan pemerintah daerah. Kepala desa dan camat hanya diam saja. Mereka katanya masih konsultasi ke atas (Pemda Malaka),” ujar Manek.

Terkait dengan hal itu, Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Malaka, Ir Petrus Bria, MT mengatakan bahwa proyek penanaman sorgum tersebut merupakan kerjasama antara Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Kabupaten induk Pemda Belu sehingga pihaknya masih akan koordinasikan terlebih dahulu.

"Jadi terkait dengan banyak sorgum warga yang terbuang tersebut maka besok kita panggil PPLnya untuk segera tindaklajuti hal tersebut,” jelas Petrus.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.