Ridwan Kamil: Ide Bandung Skywalk dari Hongkong

Kompas.com - 01/04/2014, 17:38 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil KOMPAS.com/Putra Prima PerdanaWali Kota Bandung Ridwan Kamil
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, mengatakan, pembangunan Bandung Skywalk tahap pertama yang akan menghubungkan Tamansari dan Cihampelas akan mulai dibangun pertengahan tahun 2014 ini. Menurutnya, ide tersebut diperolehnya dari Hongkong.

Emil, demikian Ridwan kamil disapa, mengatakan, penerapan skywalk di Hongkong telah terbukti mampu mengurangi kemacetan. Dia pun berharap hal serupa untuk wilayah Tamansari dan Cihampelas yang kerap dilanda kemacetan.

"Jadi ini idenya datang dari Hongkong. Di sana orang jalan kaki dari mana ke mana lewat jembatan," ujar Emil di Bandung, Selasa (1/4/2014).

Untuk rute Bandung Skywalk, Emil mengatakan jembatan yang akan menghubungkan Tamansari hingga Cihampelas itu akan melintasi Jalan Taman Hewan.

"Melipir jalan itu saja, Jalan Taman Hewan. Di bawah ada orang jalan kaki, di atasnya juga ada yang jalan kaki," tambahnya.

Selain skywalk, upaya lainnya untuk mengurangi kemacetan di dua wilayah tersebut adalah dengan membuat gedung khusus parkir. Emil menambahkan, gedung parkir tersebut akan berintegrasi dengan Bandung Skywalk.

"Jadi nanti yang mau ke Cihampelas, bisa parkir di Gedung Parkir Gelap Nyawang, lalu jalan kaki ke Cihampelas lewat Sky Walk," tuturnya.

Emil berharap dengan dibangunnya gedung parkir tersebut bisa mengurangi kemacetan yang disebabkan oleh parkir liar. Pasalnya, banyak warga yang ingin berkunjung ke kebun binatang terpaksa memarkirkan kendaraannya di sepanjang Jalan Tamansari, seputaran ITB dan Jalan Dago.

"Jadi nanti semua yang parkir di Tamansari, Kebon Binatang, Ganesha, harus parkir di gedung parkir itu," ucapnya.

"Itu kan cukup luas lahannya. Nanti yang mau ke Cihampelas juga bisa parkir di situ terus jalan kaki lewat Skywalk," tambahnya kemudian.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil telah melakukan pertemuan dengan Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan (Pusjatan) guna membahas rencana pembangunan Bandung Skywalk tahun ini. Menurut Ridwan Kamil, Bandung Skywalk adalah jembatan panjang khusus pejalan kaki yang melayang di atas atau di sisi lain jalan raya.

"Masih dibicarakan teknisnya dengan Pusjatan. Diteliti dulu strukturnya yang cocok seperti apa," kata Ridwan Kamil di Cikutra, Sabtu (8/2/2014).

Dia menambahkan, tahun 2014 ini Bandung Skywalk tahap pertama akan terwujud. Meskipun demikian, dia belum bisa memastikan waktu pasti pembangunan tersebut. Emil berharap tahap pertama dari Tamansari ke arah Cihampelas bisa dimulai tahun ini. Pasalnya, dengan jalan ini, wisatawan yang mau ke Cihampelas tidak perlu membawa mobil atau sepeda motor.

"Tinggal parkir di Tamansari. Wisatawan jalan saja ke Cihampelas, berkegiatan. Pulangnya juga sama, naik jembatan kemudian dilanjutkan naik mobil dan sepeda motor," ungkapnya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Regional
UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

Regional
Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Regional
'Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami'

"Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami"

Regional
Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Regional
Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Regional
Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Regional
Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Regional
Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Regional
Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Regional
Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Regional
Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Regional
Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Regional
Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X