Ridwan Kamil Bicara soal Asep Sunandar dan "Rebo Nyunda" - Kompas.com

Ridwan Kamil Bicara soal Asep Sunandar dan "Rebo Nyunda"

Kompas.com - 01/04/2014, 15:10 WIB
KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA Wali Kota Bandung,Ridwan Kamil, shalat jenasah dirumah duka, Pesantren Budaya Giri Harja, Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tempat dimana jenasah Ki Dalang Asep Sunandar Sunarya disemayamkan, Senin (31/3/2014).
BANDUNG, KOMPAS.com — Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku sangat kehilangan dengan meninggalnya Ki Dalang Asep Sunandar Sunarya yang terkena serangan jantung, Senin kemarin.

Semangat Asep Sunandar melestarikan budaya Sunda khususnya wayang golek tidak hanya dalam bentuk monumental saja. Menurut Emil, demikian Ridwan biasa disapa, semangat tersebut harus menjadi sebuah sistem.

"Kalau kita kompak punya sebuah sistem, bukan tidak mungkin akan ada Abah Asep Sunarya yang lainnya," kata Emil di Bandung, Selasa (1/4/2014).

Diakui Emil, langkah untuk melestarikan budaya Sunda ke dalam sebuah sistem sudah dilakukannya melalui penerapan hari tematik yaitu "Rebo Nyunda". Rabu Sunda adalah satu hari tematik ketika semua pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Bandung diwajibkan memakai pakaian Sunda dan iket Sunda.

"Program Rabu Sunda itu bagian dari menyiapkan sistem. Ada yang bilang itu hanya penampilan. Bukan, itu proses awal," kata Emil.

Emil menambahkan, setiap kebijakan pasti disertai dengan penolakan. Hal tersebut berlaku juga pada penerapan "Rebo Nyunda". "Orang berpihak dulu, lama-lama pada masalah budaya Sunda, kesenian pewayangan. Ini harus jadi tradisi. Jangan kalah sama budaya Korea atau budaya asing," ungkapnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorGlori K. Wadrianto

Close Ads X