Kompas.com - 01/04/2014, 14:21 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorCaroline Damanik

MAKASSAR, KOMPAS.com
 — MSS (7), murid Kelas IA Sekolah Dasar (SD) Inpres Tamalanrea V, Kompleks Perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, meninggal di ruang perawatan ICU RS Ibnu Sina, Makassar, Senin (31/3/2014) dini hari. Belum ada keterangan resmi berdasarkan hasil visum dan forensik, tetapi dua hari sebelumnya, MSS dilarikan ke UGD setelah tersungkur di perempatan jalan sekitar 200 meter dari sekolahnya dan 250 m dari rumah tinggalnya setelah pulang sekolah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum pulang ke rumah dari sekolah, MSS berkelahi dengan tiga rekan sekelasnya, IR (7), Rs (6,9), dan Ar (7).

Menurut ibu kandung korban, SN (27), anak sulung dari dua bersaudara itu dikeroyok tiga rekannya itu setelah pelajaran berakhir. Seusai berkelahi, MSS ditemukan bapaknya di pinggir jalan. Di rumah, MSS mengeluh sakit di bagian perut dan dada kepada ibunya. Selang dua hari setelah kejadian, lanjutnya, sakit yang dirasakan tak kunjung sembuh.

"Hari Sabtu dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Syina, tapi tadi subuh meninggal," katanya kepada Tribun di kediamannya yang juga menjadi kedai kecil barang campuran, Senin (31/3/2014) siang.

SN mengaku belum tahu apakah kejadian yang menimpa anaknya akan dilaporkan ke polisi atau tidak. Dia akan membicarakannya terlebih dulu dengan suaminya setelah pulang dari pemakaman. MSS dimakamkan di kampung halaman kedua orangtuanya, Wajo.

Kepsek tak tahu

Kepala Sekolah SD V Tamalarea, Nurbaya Karim, yang dikonfirmasi terpisah di rumahnya mengatakan, tak ada yang menyaksikan perkelahian itu.

"Biar guru ataupun kepala sekolah kami tak ada yang lihat," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sepengetahuan guru, MSS pertama kali ditemukan ayahnya di halaman sekolahnya dan merasakan rasa sakit di dadanya. Saat ditemukan korban belum sempat pingsan sehingga bocah ini sempat menceritakan dia dianiaya teman sekelasnya. Tiga pelaku terbilang masih tetangga korban. Bahkan, ada yang menyebutkan salah satu bocah yang mengeroyok dan menendang MSS malah sering menumpang sepeda motor yang dikendarai ayah MSS saat pergi atau pulang sekolah.

Versi lain yang beredar, MSS dikeroyok teman sebayanya sekaligus teman kelasnya sendiri di SD Tamalanrea V.

"Ada yang bilang mereka, main-main saling ejek, lalu ada yang melempar baru, makanya berkelahi. Syukur dikeroyok pas di depan bengkel motor," kata Nurbaya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.