Kompas.com - 29/03/2014, 09:48 WIB
Asap pekat dari kebakaran lahan gambut di Plintung, Medan Kampai, Dumai, Riau, Selasa (18/3). Titik api di Plintung masih banyak dan kabut asap juga masih tebal. Pemadaman dilakukan melalui darat dan bom air dari helikopter. KOMPAS/LUCKY PRANSISKA LUCKY PRANSISKAAsap pekat dari kebakaran lahan gambut di Plintung, Medan Kampai, Dumai, Riau, Selasa (18/3). Titik api di Plintung masih banyak dan kabut asap juga masih tebal. Pemadaman dilakukan melalui darat dan bom air dari helikopter. KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
EditorCaroline Damanik

PEKANBARU, KOMPAS.com — Sejak modifikasi cuaca dilakukan satu bulan lalu, sebanyak 88,9 ton garam telah ditaburkan ke awan di atas Riau guna membuat hujan buatan. Namun, aktivitas itu belum melenyapkan kabut asap di Riau. Padahal, penyiraman dari udara terus dilakukan.

Dalam empat hari terakhir, asap tipis masih menyelimuti Kota Pekanbaru dan sekitarnya. Satelit NOAA pada 27 Maret mendeteksi jumlah titik api (hotspot) di Riau sebanyak 173 titik dan turun menjadi 121 titik pada Jumat (28/3). Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan Selasa yang hanya 41 titik dengan konsentrasi di Riau bagian utara dan timur, seperti Dumai, Bengkalis, Rokan Hilir, dan Siak.

Komandan Penerangan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Asap Riau Kolonel (Inf) B Robert, Jumat sore, mengatakan, saat ini satgas masih memiliki persediaan 17,1 ton garam. Namun, sebelum persediaan habis, garam tambahan dipastikan sudah tiba di Pekanbaru. ”Upaya penyemaian terus dilakukan. Fokusnya di daerah yang masih banyak titik api,” ujar Robert di Pos Komando Satgas Penanggulangan Bencana Asap, Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Jumat siang, satgas mendapat tambahan satu helikopter Bell dari Jakarta. Secara keseluruhan ada 10 pesawat yang dilibatkan dalam penanggulangan asap dan kebakaran, termasuk Hercules milik TNI, Cassa, serta helikopter Sikorsky, Kamov, dan Bolco yang bertugas menyiram air dari udara.

Pembakar diburu

Menurut Robert, pihaknya bekerja keras mengatasi kabut asap, menemukan titik api dan memadamkannya, serta memburu pembakar lahan. Pada pemadaman 14-23 Maret, upaya itu berhasil. Titik api yang terdeteksi tinggal 1 titik dan kabut asap hampir lenyap. Namun, beberapa hari ini jumlah titik api naik lagi. Penyebabnya dua faktor, yakni kondisi alam dan perilaku orang yang masih membakar lahan.

Agus Wibowo, Kepala Bidang Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, mengatakan, hujan yang turun tidak lepas dari menghilangnya siklon Gillian dan aktivitas penaburan garam yang terus dilakukan oleh satgas.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo mengatakan, sudah ada 18 tersangka kasus pembakaran lahan yang berkasnya dinyatakan lengkap oleh tim jaksa penuntut umum.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Abetnego Tarigan menyoroti pernyataan Presiden tentang kendali operasi penanganan kebakaran Riau untuk pengerahan tentara dan aparat sebagai operasi militer nonperang. Hal ini dinilai rentan disalahgunakan aparat untuk menggusur dan mengkriminalisasi masyarakat adat. Respons itu akan menambah penderitaan masyarakat.

Koordinator Konservasi Gajah dan Harimau WWF Indonesia Sunarto mengatakan, kebakaran hutan dan lahan telah melukai rasa keadilan masyarakat. (WER/AIK/ICH)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X