Kompas.com - 28/03/2014, 19:45 WIB
Calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo (kiri), menyapa warga dalam kunjungannya ke Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (27/3/2014). Pria yang akrab disapa Jokowi meminta kepada masyarakat agar memberikan dukungan kepada PDI-P sekaligus turut mengawasi pelaksanaan Pemilu 2014. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNACalon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo (kiri), menyapa warga dalam kunjungannya ke Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (27/3/2014). Pria yang akrab disapa Jokowi meminta kepada masyarakat agar memberikan dukungan kepada PDI-P sekaligus turut mengawasi pelaksanaan Pemilu 2014.
|
EditorFarid Assifa

MALANG, KOMPAS.com — Sebanyak 22 organisasi buruh migran di beberapa daerah di Jawa Timur menyatakan dukungan untuk calon presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo atau Jokowi. Jokowi dinilai akan mampu memperjuangkan nasib buruh migran, khususnya di Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya.

Dukungan dari 22 organisasi buruh migran untuk Jokowi itu disampaikan Ati Lestari, Koordinator Komunitas Buruh Migran Jawa Timur, melalui rilis yang dikirim ke Kompas.com, Jumat (28/3/2014) malam. Sebanyak 22 organisasi buruh migran itu tergabung dalam Komunitas Aliansi Rakyat Merdeka (ARM).

"Penindasan dan penganiayaan yang dialami buruh migran Indonesia (TKI) di luar negeri tak pernah usai. Karena kita mengambil sikap dan menentukan pilihan," katanya.

Menurut Ati, lemahnya kepemimpinan dan sumber daya manusia yang mengurus persoalan buruh migran menyebabkan permasalahan TKI tak pernah tuntas.

"Buruh migran hanya dijadikan lahan bisnis dengan jaminan perlindungan hukum yang setengah hati. Sedikitnya 6,5 juta TKI bekerja di luar negeri dan mengirimkan Rp 80 triliun per tahun yang langsung menggerakkan sektor riil di daerah," katanya.

Malaysia merupakan negara penempatan TKI terbanyak dengan sedikitnya 2,2 juta TKI, disusul Arab Saudi 1,5 juta TKI, dan sisanya di negara Asia Pasifik.

"Dari 6 juta buruh migran yang ada di luar negeri itu, 60 persen dikirim tanpa prosedur, baik prosedur yang ditetapkan Pemerintah Indonesia maupun prosedur yang ditetapkan pemerintah negara tujuan," beber Ati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Indonesia, lanjut Ati, kontrol terhadap proses migrasi sangat lemah. Hal itu bisa dilihat dari lemahnya perlindungan terhadap buruh migran selama proses migrasi ke negara-negara tujuan yang cenderung mengarah ke praktik perdagangan manusia.

"Akibatnya, masih banyak buruh migran yang mendapatkan penyiksaan. Pada pemilu yang akan datang adalah tahun penentuan nasib buruh migran Indonesia. Pemilu 2014 adalah titik balik bagi perubahan nasib buruh migran Indonesia," ungkapnya.

Dari itu, keluarga besar TKI di Jawa Timur dan Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) sebagai wadah yang terdiri dari berbagai komponen buruh, tani, pedagang kaki lima, sopir, nelayan, menilai bahwa pencalonan Jokowi sebagai presiden oleh PDI-P wajib didukung oleh semua komponen TKI di Jawa Timur dan seluruh Indonesia.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.