Korupsi, Eks Wali Kota Salatiga Akan Kembali Disidang

Kompas.com - 28/03/2014, 16:11 WIB
Mantan Wali Kota Salatiga periode 2007-2011 John Manuel Manoppo, Selasa (23/4/2013) mendengarkan putusan yang dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Jawa Tengah. Majelis hakim menjatuhkan hukuman selama 3,5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta, atas keterlibatan Manoppo dalam kasus korupsi proyek pembangunan jalan lingkar Salatiga.

KOMPAS/AMANDA PUTRIMantan Wali Kota Salatiga periode 2007-2011 John Manuel Manoppo, Selasa (23/4/2013) mendengarkan putusan yang dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Jawa Tengah. Majelis hakim menjatuhkan hukuman selama 3,5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta, atas keterlibatan Manoppo dalam kasus korupsi proyek pembangunan jalan lingkar Salatiga.
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com — Mantan Wali Kota Salatiga, Jawa Tengah, Jhon Manuel Manoppo, akan menjalani sidang kasus pidana korupsi untuk kali kedua.

Wali Kota 2007-2011 itu kini terlibat kasus korupsi pengelolaan dana Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Salatiga. Berkas Jhon Manoppo sudah masuk ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang dari Kejaksaan Negeri Salatiga. Dia akan disidang pada Rabu, 2 April 2014.

"Benar, berkas atas nama Jhon Manoppo sudah masuk. Kami sudah tentukan jadwal dan majelis hakimnya," kata perwakilan bidang Humas Pengadilan Tipikor Semarang, Endang Sri Widayanti, Jumat (28/3/2014).

Di pengadilan, berkasnya tertulis dalam register perkara masuk Nomor 38/pid.sus/PNTipikorSMg/2014. Sementara itu, majelis hakim akan dipimpin oleh Hakim Suyadi, dengan dua hakim anggota, yakni Hastopo dan Robert Pasaribu.

Mantan orang nomor satu di Salatiga ini ditengarai telah turut serta melakukan korupsi tahun 2006 hingga 2010. Berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng, korupsi tersebut menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 222,554 juta.

Jhon Manuel dituduh menerima uang Rp 105 juta. Namun, dia menyangkal, dan mengaku bahwa uang Rp 55 juta dipinjam secara pribadi dari terdakwa Adi Sutardjo. Uang pinjaman itu diakui Jhon sudah dikembalikan ketika memberikan keterangan dalam persidangan Adi.

Dalam perkara sebelumnya, Jhon Manoppo terbukti terlibat korupsi dalam proyek pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Salatiga. John dinovis tiga tahun dan lima bulan penjara pada Pengadilan Tipikor, kemudian naik menjadi lima tahun pada Pengadilan Tinggi. Hukumannya naik lagi menjadi 8 tahun dalam putusan kasasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, mantan Direktur PDAU Salatiga, Adi Sutardjo, divonis bersalah. Rekan Jhon Manoppo ini dijatuhi vonis 13 bulan penjara oleh Pengadilan Tipikor Semarang. Saat itu, PDAU merugi karena dana mereka digunakan untuk membiayai keberlangsungan klub sepak bola setempat, Persisa Salatiga, yang saat itu berlaga di Divisi II Liga Indonesia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.