Tujuh Pejabat Pinrang Menangkan Gugatan Perkara Mutasi

Kompas.com - 26/03/2014, 16:19 WIB
|
EditorFarid Assifa
PINRANG, KOMPAS.com — Tujuh dari delapan mantan pejabat di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, memenangkan gugatan terkait mutasi mereka dari jabatan sebelumnya, di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kota Makassar.

Juru bicara kutujuh pejabat tersebut, Baharuddin Bunru, kepada Kompas.com, Rabu (26/3/2014) siang tadi mengatakan, dari 8 pejabat yang mengajukan gugatan, hanya satu yang ditolak oleh Majelis Hakim PTUN.

"Karena memang yang bersangkutan masih berstatus sebagai pelaksana tugas, bukan penjabat definitif," paparnya.

Ketujuh pejabat yang memenangkan gugatan tersebut berdasarkan putusan Nomor Perkara 93/G/2013/PTUN MKS, di antaranya H Baharuddin Bunru yang menjabat Kepala Seksi Jasa Akuntansi Dinas UMKM dan Koperasi; Abdul Rahman yang sebelumnya menjabat Kasi Perekonomian Kecamatan Tiroang; Sukarta, Kasi Subdit Penunjang Medik RSUD Lasinrang; Muksin Mustaf, penjabat Sekretaris Kecamatan Lembang; serta Risman Laupe, A Patajangi, dan H Abdul Fattah, masing-masing diparkir sebagai staf ahli Bupati Pinrang.

Baharuddin mengatakan, berdasarkan putusan PTUN, ketujuh pejabat yang memenangkan gugatan itu harus dikembalikan ke posisi sebelumnya dalam waktu 30 hari setelah putusan tersebut dijatuhkan. "Putusannya, Selasa kemarin," jelas Baharuddin.

Jika pihak tergugat tidak menjalankan putusan itu, maka pihaknya akan melakukan banding. Tidak sebatas menggugat, katanya, pihaknya juga akan mempermasalahkan bukti putusan yang diajukan oleh pihak tergugat karena tidak sesuai dengan peraturan kepegawaian.

Dalam bukti yang diajukan tergugat tersebut, katanya, termuat kalimat, para pejabat tersebut dicopot dari jabatannya karena dianggap tidak dapat menjadi panutan/teladan akibat faktor etika dan moral di tempat kerja.

"Kami akan tuntut kembali sebagai pencemaran nama baik. Dalam waktu dekat akan kami laporkan," jelasnya.  

Abdul Rahman, salah seorang pejabat yang memenangkan gugatan, mengatakan, dia juga akan melaporkan adanya keterangan palsu yang diberikan saksi tergugat dalam sidang.

"Dia (saksi) memberikan keterangan yang tidak benar, padahal sudah disumpah di depan Majelis Hakim PTUN. Akan kami ajukan laporan ke ranah hukum," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pinrang Syarifuddin Side mengaku hingga kini pemkab belum menerima salinan putusan PTUN yang memenangkan tujuh pejabat yang dicopot dari jabatannya pada 1 Oktober 2013 silam.

"Nanti kita pelajari dulu setelah salinan keputusan PTUN kita terima, untuk menentukan langkah selanjutnya, apakah kita akan banding atau tidak," tandasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Regional
Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Regional
Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Regional
Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Regional
Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Regional
Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Regional
Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Regional
Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Regional
Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Regional
Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Regional
Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Regional
Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Regional
Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Regional
Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Regional
Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X