Contoh Surat Suara Menyesatkan Beredar di Brebes

Kompas.com - 24/03/2014, 20:04 WIB
Ketua Panwaslu Brebes, Jawa Tengah, Ahmad Ma'ruf, memperlihatkan contoh surat suara DPR RI Dapil 9 yang dianggap menyesatkan karena nomor urut Caleg berubah dan hanya satu yang benar yaitu dari Partai Gerindra Nomor urut 8 dengan gambar paku mencoblos.  KOMPAS.com/Ari Himawan SaronoKetua Panwaslu Brebes, Jawa Tengah, Ahmad Ma'ruf, memperlihatkan contoh surat suara DPR RI Dapil 9 yang dianggap menyesatkan karena nomor urut Caleg berubah dan hanya satu yang benar yaitu dari Partai Gerindra Nomor urut 8 dengan gambar paku mencoblos.
|
EditorFarid Assifa

BREBES, KOMPAS.com - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Brebes, Jawa Tengah, menerima laporan contoh surat suara DPR RI yang tidak sesuai dengan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum.

Contoh surat suara tersebut didapat dari laporan Zaenal Wafa, warga Brebes yang mendapatkannya beredar di Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba.

Dari pantauan Kompas.com, dalam surat suara itu, nomor urut calon legislatif (caleg) DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) 9 Jawa Tengah, diacak tidak sesuai dengan aslinya atau seperti yang ditetapkan KPU.

Selain itu, dari semua nomor urut yang diacak, hanya satu yang benar dengan gambar paku, yaitu nomor urut 8 dari Partai Gerindra, A Mustaqin dengan gambar paku.

Zaenal Wafa mengaku mendapatkan contoh surat suara dari salah seorang warga. Ia melihat semua nomor urut caleg yang tadinya nomor satu, jadi buncit. Kemudian, atas temuannya itu dia secara sukarela melaporkan ke Panwaslu.

"Saya lihat tidak sesuai dengan baliho, kalau kata warga yang saya minta kertas suaranya, kemungkinan jumlahnya banyak," kata Zaenal Wafa.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Brebes, Ahmad Ma'ruf mengungkapkan, pihaknya segera menindaklanjuti laporan dari salah seorang warga tersebut. Karena, menurutnya, contoh lembar kertas suara yang salah tersebut merupakan pendidikan yang menyesatkan.

"Semua nomor berubah, hanya satu yang tidak, dengan ada gambar paku nyoblosnya. Menurut kami harus tindaklanjuti dengan tegas," ungkap Ma'ruf di kantornya, Senin (24/3/2014).

Ahmad Ma'ruf menyatakan, Panwaslu menunggu kajian Penegakan Hukum terpadu (Gakumdu) untuk mengetahui terkait laporan contoh surat suara yang menyesatkan tersebut.

"Kita masih menunggu kajian dari Gakumdu, apakah masuk ranah black campaign, pidana, dan lainnya," jelas Ma'ruf.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapolrestabes Makassar dan Dirreskrimum Polda Sulsel Dapat Jabatan Baru di KPK

Kapolrestabes Makassar dan Dirreskrimum Polda Sulsel Dapat Jabatan Baru di KPK

Regional
Seminggu Pengusaha Rental Mobil Tak Pulang, Istri Lapor Polisi di Pekanbaru

Seminggu Pengusaha Rental Mobil Tak Pulang, Istri Lapor Polisi di Pekanbaru

Regional
Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas di Hotel, Oknum Polisi Ini Terancam 15 Tahun Penjara dan Dipecat

Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas di Hotel, Oknum Polisi Ini Terancam 15 Tahun Penjara dan Dipecat

Regional
Viral Video Anggota DPRD dan ASN Baubau Diduga Pesta Miras

Viral Video Anggota DPRD dan ASN Baubau Diduga Pesta Miras

Regional
Gagal Tes Kesehatan, Bacalon Bupati Solok Gugat KPU ke Bawaslu

Gagal Tes Kesehatan, Bacalon Bupati Solok Gugat KPU ke Bawaslu

Regional
Polisi Periksa Korban Pelecehan Rapid Test yang Terjadi di Bandara Soekarno-Hatta

Polisi Periksa Korban Pelecehan Rapid Test yang Terjadi di Bandara Soekarno-Hatta

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 21 September 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 21 September 2020

Regional
Menteri Agama Positif Covid-19, Gubernur dan Pejabat Pemprov NTB Jalani Tes Swab

Menteri Agama Positif Covid-19, Gubernur dan Pejabat Pemprov NTB Jalani Tes Swab

Regional
Kabupaten Karawang, Kota Bekasi dan Cirebon Jadi Zona Merah Covid-19

Kabupaten Karawang, Kota Bekasi dan Cirebon Jadi Zona Merah Covid-19

Regional
Lagi, Polisi Tangkap 2 Tersangka Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Lagi, Polisi Tangkap 2 Tersangka Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Regional
Kronologi Bus Sugeng Rahayu Alami Kecelakaan di Ngawi

Kronologi Bus Sugeng Rahayu Alami Kecelakaan di Ngawi

Regional
Belasan Kantor di Denpasar Jadi Klaster Penularan Covid-19

Belasan Kantor di Denpasar Jadi Klaster Penularan Covid-19

Regional
6 Bulan Tutup, KA Rute Kertapati-Lubuklinggau PP Kembali Beroperasi

6 Bulan Tutup, KA Rute Kertapati-Lubuklinggau PP Kembali Beroperasi

Regional
Cabuli Gadis yang Ditilang, Oknum Polisi Lalu Lintas Terancam Dipecat

Cabuli Gadis yang Ditilang, Oknum Polisi Lalu Lintas Terancam Dipecat

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 21 September 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 21 September 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X