Tak Ada Penjagaan, TKI Kabur Saat Pendataan Seusai Deportasi

Kompas.com - 22/03/2014, 07:54 WIB
Ilustrasi KOMPASIlustrasi
|
EditorPalupi Annisa Auliani
NUNUKAN.KOMPAS.com — Sebanyak 40 tenaga kerja Indonesia yang baru saja dideportasi dari Malaysia, kabur di tengah pendataan oleh Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (21/3/2014). Minimnya petugas pendata memungkinkan hal tersebut terjadi.

Dalam pantauan Kompas.com, pendataan hanya dilakukan oleh tiga petugas BP3TKI. Adapun TKI yang didata mencapai 100 orang. Mereka dideportasi berdasarkan dokumen Pemerintah Malaysia melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan pada hari itu.

"Harusnya memang ada bantuan dari satgas penanggulangan TKI," aku staf dari BP3TKI, Sigit Triwibawanto, Jumat. Dia mengatakan, dia dan teman-temannya hanya bertugas mendata dan seharusnya ada bantuan petugas lain untuk menjaga para TKI tersebut. 

Dari 100 TKI, kata Sigit, 15 orang mengaku memiliki dokumen tetapi sudah kedaluwarsa. Sementara itu, 19 TKI mengaku memakai paspor pelawat untuk bekerja di Malaysia. Adapun lebih dari separuh TKI tersebut mengaku masuk ke Malaysia tanpa berbekal dokumen yang dipersyaratkan.

Salah satu TKI, Joni, mengaku baru bekerja dua bulan di kebun kelapa sawit di Lahat Datau, Malaysia, saat dideportasi. "Rencananya mau kerja di kelapa sawit, tapi keburu ditangkap,” ujar dia yang mengaku berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Di antara TKI yang dideportasi tersebut, empat orang ternyata kelahiran Malaysia. Fendi Baharuddin, adalah salah satunya. Dia lahir pada 1996 di Tawau dan belum pernah sekali pun sebelumnya menginjakkan kaki di Indonesia.

"Di Tawau saya kerja sama Pak Cik pungut sawit. Saya sudah tidak sekolah dari tingkatan empat. Bapak saya dari Parepare (Sulawesi Selatan) tapi saya baru kali ini menginjak Indonesia,” ujar dia.

Setiap kali ada deportasi TKI, biasanya hanya didata oleh BP3TKI dan Dinas Sosial sebelum dijemput para penjaminnya. Namun, di Nunukan para penjamin hanya perlu menunjukkan KTP untuk membawa pergi para TKI itu. Seharusnya, para penjamin kemudian membuatkan dokumen untuk para TKI, tetapi diperkirakan para TKI tersebut kembali masuk ke Malaysia dan tetap memakai cara ilegal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan 'Bapenda Kapendak'

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan "Bapenda Kapendak"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.