Dijemput Polisi Tengah Malam, Khusaeri "Pulang" Sudah Meninggal

Kompas.com - 21/03/2014, 04:55 WIB
Ilustrasi penganiayaan Kompas.com/ERICSSENIlustrasi penganiayaan
|
EditorPalupi Annisa Auliani
PASURUAN, KOMPAS.com — Dugaan aksi salah tangkap dan kekerasan oleh aparat kepolisian saat menginterogasi kembali terjadi. Kali ini di Pasuruan, Jawa Timur.

Achmad Khusaeri, Kepala Urusan (Kaur) Dusun Benculuk Kulon, Desa Cuban Joyo, Kecamatan Kejayan, Pasuruan, itu ditangkap oleh 15 orang berpakaian preman yang mengaku sebagai anggota Polres Pasuruan, Senin (20/1/2014). Penangkapan dilakukan tanpa menunjukkan surat penangkapan.

Kurang dari 24 jam Khusaeri memang sudah tiba kembali di rumahnya. Namun, dia "pulang" dalam kondisi sudah meninggal.

"Suami saya (Khusaeri) dituduh menjadi dalang perampokan di desa tetangga. Dia dijemput 15 polisi berpakaian preman. Besoknya, dia dipulangkan sudah menjadi mayat," kata Su'udah, istri Khusaeri, di Redaksi Kompas TV di Jakarta, Kamis (20/3/2014), seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Su'udah menceritakan, sang suami "dijemput" 15 orang sekitar pukul 22.30 WIB. Dia mengatakan, saat itu suaminya sudah dipukuli dan diseret orang-orang itu sebelum dimasukkan ke dalam mobil.

"Kata polisi malam itu, 'Kamu ingat muka saya, silakan tuntut polisi, kami tidak takut'. Saya tak sendiri ketika itu, tapi ada saksi lain," tutur Su'udah, menirukan perkataan salah satu "penjemput" suaminya itu. Keesokannya, Selasa (21/1/2014) menjelang maghrib, polisi memulangkan suaminya memakai ambulans RS Bhayangkara. Sudah meninggal.

"Dia meninggal ditembak di tulang rusuk belakang bagian kanan yang tembus hingga dada bagian kiri depan. Betis kaki kanannya juga ditembak. Wajahnya juga babak belur dipukuli," tutur Su'udah sembari memperlihatkan selembar foto jasad suaminya itu.

Selain menjadi aparat desa, kata Su'udah, suaminya bekerja sebagai petugas keamanan (satpam) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Saya sudah mengadukan hal ini ke Polres Pasuruan dan Propam Polda Jawa Timur, tapi sampai sekarang tak ada tindak lanjut," kata dia. Karenanya, Su'udah pun memutuskan mengadu ke Mabes Polri.

(Reza Gunadha)



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besok, Sanksi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Berlaku di Kota Padang

Besok, Sanksi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Berlaku di Kota Padang

Regional
Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Regional
Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Regional
Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Regional
Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Regional
Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Regional
Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Regional
Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Regional
Diduga Tersengat Jebakan Tikus, Pemotor Tewas di Sawah

Diduga Tersengat Jebakan Tikus, Pemotor Tewas di Sawah

Regional
Anak yang Dianiaya Ibunya karena Tak Ikut Belajar Daring Selalu Jadi Juara Kelas

Anak yang Dianiaya Ibunya karena Tak Ikut Belajar Daring Selalu Jadi Juara Kelas

Regional
Fakta Telur Ayam Jumbo, Berisi Telur Lagi Saat Dipecahkan dan Pemilik Keheranan

Fakta Telur Ayam Jumbo, Berisi Telur Lagi Saat Dipecahkan dan Pemilik Keheranan

Regional
Tak Ikut Belajar Daring, Ibu Aniaya Anak Kandung dengan Balok Kayu dan Merekamnya

Tak Ikut Belajar Daring, Ibu Aniaya Anak Kandung dengan Balok Kayu dan Merekamnya

Regional
Dua Pejabat Pemkab Banyumas Positif Covid-19

Dua Pejabat Pemkab Banyumas Positif Covid-19

Regional
KPU Tetapkan Luas TPS Pilkada 2020 Minimal 60 Meter Persegi

KPU Tetapkan Luas TPS Pilkada 2020 Minimal 60 Meter Persegi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X