Kodam Bantah Senjata TNI Dipakai untuk Tembaki Posko Caleg Nasdem

Kompas.com - 19/03/2014, 16:12 WIB
Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Aceh Utara menangkap pelaku penembakan posko pemenangan caleg Nasdem. Kompas.com/ Raja UmarAparat Kepolisian Daerah (Polda) Aceh Utara menangkap pelaku penembakan posko pemenangan caleg Nasdem.
|
EditorCaroline Damanik

BANDA ACEH, KOMPAS.com – Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda, Kolonel Subagyo Irianto membantah tentang adanya keterlibatan anggota TNI dalam kasus penembakan posko pemenangan Zubir HT, calon anggota legislatif dari Partai Nasional Demokrat, di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, pada bulan Februari lalu. Subagyo mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan tim untuk meminta keterangan dari Praka Heri, prajurit Kompi 111/R Paya Bakong yang diduga menyewakan senjata api yang dipakai dalam aksi tersebut.

“Selain Praka Heri, sebanyak 8 orang prajurit lainnya dari satuan yang sama juga sudah kita periksa dan dimintai keterangannya, dan belum ditemukan bukti yang menyatakan keterlibatan Praka Heri dalam kasus tersebut,” katanya di Markas Penerangan Kodam Iskandar Muda, Rabu (19/3/2014).

Subagyo menyebutkan, pada saat pemeriksaan, jumlah amunisi di tangan prajurit masih utuh, yaitu sebanyak 75 butir.

“Untuk setiap anggota kita berikan masing-masing tiga magazen dan masing-masing magazen berisi 25 amunisi, jadi tidak ada amunisi yang berkurang," tegasnya.

Kendati demikian, menurut Subagyo, pemeriksaan lebih lanjut akan terus dilakukan. Hari ini, Praka Heri dan delapan orang lainnya akan diboyong ke Banda Aceh untuk diperiksa.

Seperti diberitakan sebelumnya, posko pemenangan Zubir HT, calon anggota legislatif dari Partai Nasdem, di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, diberondong oleh dua orang berkendaraan sepeda motor dengan senjata api, pada Minggu 16 Februari lalu. Penembakan itu menyebabkan kaca posko Zubir HT mengalami pecah. Sementara itu, dinding posko berlubang akibat terjangan peluru senapan serbu.

Polisi menemukan tujuh selongsong peluru. Tak hanya memberondong tembakan, kedua pelaku yang dalam aksinya menggunakan sepeda motor jenis matic itu, juga mendobrak pintu posko.

Tepat sebulan kemudian, Kepolisian Daerah Aceh berhasil menangkap pelaku penembakan tersebut. Mereka berinisal UA dan RI. Tim polisi gabungan yang terdiri atas personel Kepolisian Aceh Utara, Polda Aceh, dan Mabes Polri, membekuk RI pada pukul 16.00 WIB di areal PT Bapco Desa Alue dan kemudian menangkap UA di rumahnya pada hari berikutnya. Polisi menyebutkan dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku menyewa senjata dari seorang oknum anggota TNI.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Regional
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

Regional
Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Regional
Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Regional
Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Regional
Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Regional
Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Regional
Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Regional
Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Regional
Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Regional
Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X