2018, Air Sungai Citarum Ditargetkan Bisa Langsung Diminum

Kompas.com - 19/03/2014, 12:13 WIB
Aliran Sungai Citarum diantara kilometer 0 - 20 di Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Air terlihat kotor karena tercemar limbah kotoran ternak sapi dan akibat ulah para petani sayur yang memakai pupuk kimia berlebihan sehingga ketika turun hujan sisa pupuk kimia itu turun dan mengotori sungai. KOMPAS.com/Rio KuswandiAliran Sungai Citarum diantara kilometer 0 - 20 di Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Air terlihat kotor karena tercemar limbah kotoran ternak sapi dan akibat ulah para petani sayur yang memakai pupuk kimia berlebihan sehingga ketika turun hujan sisa pupuk kimia itu turun dan mengotori sungai.
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com — Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat menargetkan perubahan DAS Citarum yang kini dikenal sebagai sungai terkotor dan tercemar di dunia menjadi sungai yang bersih pada tahun 2018. Perubahan akan dilakukan melalui gerakan Citarum Bersih, Sehat, Lestari dan Indah (Citarum Bestari).

"Kita ketahui, Sungai Citarum pada tahun 2013 berpredikat sungai tercemar sedunia. Kita akan terus upayakan untuk perbaikan DAS Citarum ini supaya airnya menjadi bersih. Di 2018 nanti, kita berharap air Sungai Citarum dapat langsung diminum," kata Kepala BPLHD Jawa Barat Anang Sudarna, Rabu, (19/3/2014).

Anang mengatakan, gerakan Citarum Bestari ini dibagi 4 segmen. Segmen pertama, katanya, membereskan fokus permasalahan pada Kilometer 0-20. Segmen kedua pada Kilometer 21-40, segmen ketiga pada Kilometer 41-60, dan segmen keempat pada Kilometer 61-77.

Pada Kilometer 0-20, aliran air sungai didominasi oleh permukiman yang kebanyakan penduduknya bermata pencaharian sebagai peternak sapi. Permasalahannya, kandang sapi ini ada di pinggir sungai sehingga peternak langsung membuang limbah kotoran sapi itu ke sungai.

Ia juga mengatakan, di bantaran sungai pada rentang kilometer ini terdapat ribuan hektar lahan pertanian. Para petani sayur ini menggunakan pupuk kimia secara berlebihan. Pada saat hujan, pupuk kimia terbuang dan mengotori sungai.

"Segmen pertama akan kita kerjakan tahun ini, yang difokuskan pada septic tank komunal, pengelolaan sampah, dan pengelolaan limbah kotoran ternak (sapi) menjadi biogas," kata Anang.

Pada segmen berikutnya, menurut Anang, ada banyak permukiman, puluhan pabrik yang membuang limbah langsung ke sungai, dan lainnya. BPLHD Jabar menargetkan bahwa program setiap segmen akan selesai dalam satu tahun.

"Setiap segmen, kita targetkan selesai dalam satu tahun. Ini kan ada empat segmen, berarti empat tahun. Andaikan saja, target empat tahun ini bisa menjadikan Citarum bersih, menurut saya itu sudah sangat hebat dan luar biasa sukses," katanya.

Dana Rp 80 miliar

Mengenai anggaran, Anang mengatakan, setiap segmen diperkirakan memakan anggaran sekitar Rp 20 miliar. Artinya, pengerjaan semua segmen akan menghabiskan dana sebesar Rp 80 miliar.

"Untuk sekarang, dana kita baru tersedia Rp 60 miliar. Untuk segmen pertama, kita anggarkan Rp 20 miliar," kata Anang.

Saat ini, Anang melanjutkan, anggaran masih terbilang minim. Kendati demikian, Anang mengatakan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan akan menambah dan meningkatkan anggaran tersebut pada APBD perubahan.

"Pak Gubernur berkomitmen bahwa di APBD perubahan, anggaran (untuk Sungai Citarum) bisa ditingkatkan," katanya.

Anang mengaku bahwa cita-cita mewujudkan Citarum yang bersih pada tahun 2018 tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menurut dia, perlu komitmen yang tinggi dan kerja sama semua pihak serta kesadaran bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai.

"Citarum ini banyak tantangan yang harus kita jalani. Kita harus membangun kesadaran, partisipasi, dan gotong royong dari semua warga, terutama peternak, petani, dan pemilik industri agar memiliki komitmen dan kepedulian terhadap lingkungan. Kita tidak mungkin menyelesaikan masalah yang begitu kompleks tanpa partisipasi dan dukungan masyarakat. Permasalahan Citarum ini bukan hanya tanggung jawab kami, melainkan tanggung jawab kita semua," tekannya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Corona, Pemkab Lebak Minta KRL Commuterline hingga Damri Tak Beroperasi

Cegah Corona, Pemkab Lebak Minta KRL Commuterline hingga Damri Tak Beroperasi

Regional
Pasien PDP Corona di Kudus Meninggal, Kondisi Menurun Selepas Dijenguk Anaknya

Pasien PDP Corona di Kudus Meninggal, Kondisi Menurun Selepas Dijenguk Anaknya

Regional
Gelombang Pemudik di Tengah Wabah Corona, Ini Sikap Para Kepala Daerah

Gelombang Pemudik di Tengah Wabah Corona, Ini Sikap Para Kepala Daerah

Regional
UPDATE: 77 Kasus Positif Covid-19 di Jatim, Pasien di Surabaya Bertambah, 3 Daerah Masih Hijau

UPDATE: 77 Kasus Positif Covid-19 di Jatim, Pasien di Surabaya Bertambah, 3 Daerah Masih Hijau

Regional
Pemkab Tangerang Bangun Ruang Isolasi Khusus Pasien Positif Corona di Griya Anabatic

Pemkab Tangerang Bangun Ruang Isolasi Khusus Pasien Positif Corona di Griya Anabatic

Regional
Cerita Perjuangan Christina Sembuh dari Covid-19, Jalani Hari Berat di Ruang Isolasi

Cerita Perjuangan Christina Sembuh dari Covid-19, Jalani Hari Berat di Ruang Isolasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Tasikmalaya Terapkan Local Lockdown | Isolasi Wilayah, Warga Dusun Diberi Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

[POPULER NUSANTARA] Tasikmalaya Terapkan Local Lockdown | Isolasi Wilayah, Warga Dusun Diberi Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
Surabaya Zona Merah Covid-19, Belajar di Rumah Kembali Diperpanjang

Surabaya Zona Merah Covid-19, Belajar di Rumah Kembali Diperpanjang

Regional
Ini Cerita Dukungan Warga Untuk Tenaga Medis di Indonesia, Kirim Kopi hingga Buatkan APD Gratis

Ini Cerita Dukungan Warga Untuk Tenaga Medis di Indonesia, Kirim Kopi hingga Buatkan APD Gratis

Regional
Klaim Warga Belanda Positif Terinfeksi Virus Corona di Jatim, Dibantah Pihak Rumah Sakit

Klaim Warga Belanda Positif Terinfeksi Virus Corona di Jatim, Dibantah Pihak Rumah Sakit

Regional
90 Warga Dikarantina Usai Tengok Pasien yang Ternyata Positif Corona, Dusun Ini Langsung 'Local Lockdown'

90 Warga Dikarantina Usai Tengok Pasien yang Ternyata Positif Corona, Dusun Ini Langsung 'Local Lockdown'

Regional
Kisah Para Tenaga Medis di Tanah Air Gunakan Jas Hujan Saat Tugas di Tengah Wabah Corona

Kisah Para Tenaga Medis di Tanah Air Gunakan Jas Hujan Saat Tugas di Tengah Wabah Corona

Regional
Cerita Unik Warga Perangi Corona, Lockdown di Kampung hingga Penyemprot Disinfektan Otomatis

Cerita Unik Warga Perangi Corona, Lockdown di Kampung hingga Penyemprot Disinfektan Otomatis

Regional
Warga Desa di Purbalingga Geger Setelah Mengetahui Pasien yang Dibesuk Positif Corona

Warga Desa di Purbalingga Geger Setelah Mengetahui Pasien yang Dibesuk Positif Corona

Regional
Fenomena Waterspout di Aceh, Suara Bergemuruh dan Berlangsung 25 Menit

Fenomena Waterspout di Aceh, Suara Bergemuruh dan Berlangsung 25 Menit

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X