Diduga Ajak Kiai Masuk PPP di Pesantren, Suryadharma Dipanggil Panwas

Kompas.com - 18/03/2014, 11:56 WIB
Menteri Agama RI Suryadharma Ali dan Menpera Djan Faridz, saat hadir di acara peresmian rusunawa di salah satu pesantren di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (17/3/2014). KOMPAS.com/Yatimul AinunMenteri Agama RI Suryadharma Ali dan Menpera Djan Faridz, saat hadir di acara peresmian rusunawa di salah satu pesantren di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (17/3/2014).
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS.com - Panwas Kabupaten Malang mengaku sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri Agama RI, Suryadharma Ali. Suryadharma diduga telah melakukan pelanggaran karena mengajak para kiai untuk masuk partai berlambang kabah itu saat menghadiri acara peresmian rumah susun sewa (rusunawa) di Pondok Pesantren Shirotul Fuqoha, Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Senin (17/3/2014).

"Dalam undangannya, Suryadharma Ali hadir bukan sebagai Ketua Umum DPP PPP. Tapi hadir dalam acara itu sebagai Menteri Agama. Hal itu kunjungan kenegaraan, bukan atas nama partai PPP," tegas anggota Panwas Kabupaten Malang George Da Silva, kepada Kompas.com, Selasa (18/3/2014).

Dalam acara yang juga dihadiri Menteri Perumahan Rakyat, H Djan Faridz itu, dalam pidatonya, Suryadharma menyampaikan harapannya agar para kiai segera insyaf kembali masuk PPP.

"Pelanggarannya, telah memberikan pengarahan yang lokasinya di dalam pesantren. Kedua, PPP pasang atribut partai. Dia mengatakan bahwa Djan Faridz sudah insyaf dan sudah masuk PPP. 'Saya harap dan semoga para kiai juga insyaf dan masuk ke PPP', ucapan itu jelas kampanye," tambah Da Silva.

Menurutnya, surat tersebut diputuskan dikirim setelah Panwas Kabupaten Malang rapat dan melakukan kajian. Surat pemanggilan, lanjutnya, sudah dikirim melalui fax ke kantor Kementerian Agama dan ditembuskan ke kantor DPC PPP Kabupaten Malang.

Hari ini, Da Silva mengatakan, pihaknya akan memanggil para saksi yang hadir dalam acara tersebut.

"Kita akan minta keterangan pada pengasuh Pesantren Shiratul Fuqoha, KH Muhammad Dahlan Ghoni, selaku tuan rumah," ungkapnya.

Suryadharma Ali, lanjutnya, diduga melanggar pasal 86 ayat 1 huruf H dan 89 huruf D tentang, menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan untuk kampanye.

"Ancaman hukuman pidana di pasal 299 junto 301 ayat 1 adalah, ancaman hukumannya 2 tahun penjara dan denda Rp 24 juta," tegas Da Silva.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Regional
IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

Regional
Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Regional
Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Regional
3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

Regional
4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Regional
Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Regional
Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Regional
Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X